Bagaimana caranya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri pada saat shalat ?

Alhamdulillah

Untuk meletakkan tangan kanan
di atas tangan kiri pada waktu shalat ada dua cara:

Pertama:

Anda meletakkan telapak
tangan kanan di atas telapak tangan kiri, pergelangan dan lengan.

Adu Daud (726) dan Nasa’i
(889) telah meriwayatkan dari Wail bin Hujrin bahwa dia berkata: “Saya
berkata: “Saya pasti akan melihat shalatnya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi
wa sallam- bagaimana cara beliau melaksanakannya. Maka saya memperhatikannya,
beliau berdiri seraya mengucapkan takbir dan mengangkat kedua tangannya
sampai sejajar dengan kedua telinganya, kemudian beliau meletakkan tangan
kanannya di atas telapak tangan kiri, pergelangan dan lengannya…”.

Dishahihkan oleh Albani dalam
Shahih Abu Daud.

As Sandi dalam Hasyiyatin
Nasa’i berkata:

“Kemudian beliau meletakkan
tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kiri, pergelangan dan
lengannya”.

Maksudnya adalah bahwa beliau
meletakkan pertengahan telapak tangan kanannya di atas pergelangan (tangan
kiri), maka konsekuensinya akan menjadikan sebagian (telapaknya) akan berada
di atas telah kirinya, dan sebagian lainnya di atas lengan (kirinya)”.

Kedua:

Tangan kanannya menggenggam
tangan kirinya.

An Nasa’i (887) telah
meriwayatkan dari Wail bin Hujr –radhiyallahu ‘anhu- berkata:

“Saya telah melihat
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- jika beliau berdiri dalam shalat,
tangan kanan beliau menangkap (memegang) tangan kirinya”. (Dishahihkan oleh
Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Albani –rahimahullah- berkata
di dalam bukunya Sifat Shalat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- / hal.
68:

“Bahwa beliau meletakkan
tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kiri, pergelangan dan
lengannya dan beliau memerintahkan kepada para sahabat untuk melakukan hal
yang sama, beliau kadang-kadang tangan kanannya menggenggam tangan kirinya
dan meletakkan keduanya di atas dada”.