Saya mencuri semenjak saya mampu untuk berpikir. Saya mengetahui hal itu suatu kesalahan. Suatu hari saya berhenti dari mencuri dan meminta ampunan. Akan tetapi terulang mencuri lagi. Saya mendapatkan banyak masalah disebabkan hal itu dengan keluarga suamiku. Semenjak itu, saya memutuskan tidak akan melakukan hal itu lagi. Kemudian saya tidak mencuri sekitar satu tahun. Setelah itu saya memulai lagi mencuri. Saya memulai dengan mencuri sesuatu yang kecil. Dimana semakin bertambah menjadi yang lebih besar. Saya belum mengetahui bagaimana cara berhenti dari kebiasaan ini. Saya mendengarkan pengajian yang mendidik. Semuanya sudah saya lakukan. Saya tidak ingat siapa yang telah saya curi pena, uang, juice, coklat. Saya teringat mencuri dompet suamiku. Dompet teman dekatku, ibu dan ayahku. Sampai saya tidak menunaikan shalat atau puasa di bulan Ramadan. Saya tidak ingat berapa kali puasa saya batal. Saya tidak dapat menghitungnya. Pertanyaannya apakah saya telah berubah menjadi kafir? Apakah mungkin saya akan diampuni? Bagaimana caranya agar saya dekat dengan Allah?
Alhamdulillah
Anda telah menyebutkan
sejumlah perbuatan haram yang telah anda akui. Yang paling agung adalah
meninggalkan shalat. Karena meninggalkan semua shalat itu kafir. Menurut
pendapat yang terkuat dari perkataan para ulama fikih. Silahkan melihat
jawaban soal no. 5208.
Mencuri termasuk dosa besar.
Begitu juga meninggalkan puasa atau berbuka di dalamnya dengan sengaja tanpa
ada uzur. Maka seharusnya anda bertaubat kepada Allah Ta’ala. Hendaknya
menunaikan shalat pada waktunya. Berpuasa di bulan Ramadan. Dan meninggalkan
pencurian. Semuanya ini mudah insyaallah. Kapan saja anda jujur dalam
bertaubat kepada Tuhan seluruh alam. Anda bersungguh-sungguh dengan diri
anda dalam meninggalkan kemungkaran itu. Diantara yang dapat membantu anda
adalah:
1.
Hendaknya anda mengetahui bahwa Allah mencintai orang yang bertaubat,
menerima orang yang menyesal. Dan mengajak hamba-Nya untuk bertaubat.
Sebagaimana Firman Allah ta’ala:
(وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ
لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ) النور/31
“Dan
bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya
kamu beruntung.” QS. AN-Nur: 31.
Dan Allah subhanahu wata’ala
diantara kedermawan-Nya akan mengganti kejelekan orang bertaubat dengan
kebaikan. Sebagaimana firman-Nya:
(وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ
النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ
يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ
عَمَلاً صَالِحاً فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ
وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَحِيماً) الفرقان/68 – 70.
“Dan
orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak
membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan)
yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian
itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat
gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu,
dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan
mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan
kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS.
Al-Furqon: 68-70.
Jangan ragu anda bertaubat.
Jangan anda memikirkan agungnya dosa, karena Allah tidak menganggap besar
suatu dosa. Dia Subahanu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang serta Maha
Menerima Taubat. Mengampuni kekufuran, kesyirikan dan selainnya. Mengampuni
sedikit maupun banyak. Yang agung maupun yang remeh.
2.
Lihatlah kepada nikmat Allah dimana masih membiarkan anda agar bertaubat.
Tidak menghilangkan anda dengan kematian. Maka bersegeralah dengan bertaubat
yang sungguh-sungguh.
3.
Lihatlah kemaksiatan itu sendiri jelek dan buruknya. Jelek dan buruk dari
sisi mengingkari akan nikmat Allah. membalas kebaikan-Nya dengan melakukan
kemaksiatan. Bagaimana orang mukminah rela dilihat Allah dalam melakukan
kemaksiatan dan jauh dari ketaatan kepada-Nya.
4.
Carilah teman sholehah. Sibukkan waktu anda dengan ketaatan dan beramal
sholeh. Tidak ada yang paling berbahaya bagi seseorang melainkan teman
jelek, menganggur dan waktu kosong.
5.
Perbanyak berdoa kepada Allah dan memohon kepada-Nya agar diberi petunjuk
kepada anda. melapangkan dada anda dan menetapkan anda dalam ketaatan.
Ketahuilah, tidak diharuskan
anda mengqodo yang telah terlewatkan dari shalat dan puasa. Akan tetapi
hendaknya memperbanyak ibadah sunah.
Sementara terkait dengan
harta yang telah anda ambil. Harus anda kembalikan kalau anda mampu akan hal
itu. Maka bersungguh-sungguhlah mengetahui apa yang telah anda ambil. Dan
mengembalikannya dengan cara apapun tanpa anda beritahukan kepada
seorangpun. Kalau anda tidak mampu dari hal itu, maka termasuk hutang dalam
tanggungan anda. kalau Allah telah mewafatkan anda sebelum menunaikan kepada
pemiliknya. Diharapkan dengan taubat yang benar, semoga Allah mengampuni
anda dan menggatikan pemilik harta tersebut.
Selagi permasalahan ini
mengakar kuat semenjak kecil. Maka kami nasehatkan kepada anda agar
mengkonsultasikan diri anda kepada spesialis jiwa terpercaya. Untuk
mengetahui sejauh mana kebutuhan anda dalam pengobatan pengetahuan atau
prilaku atau kalau memang harus mengkonsumsi obat tertentu.
Kita memohon kepada Allah
agar mengampuni, memaafkan anda dan memperbaiki kondisi anda serta membantu
anda dalam ketaatan kepada-Nya.
Wallahu a’lam
.
