Jika bank Islam tidak beroperasi dengan system bunga, bagaimana mereka mendapatkan keuntungan? Apakah pungutan yang mereka ambil sebagai biaya pelayanan termasuk riba? Apa saja transaksi yang dianggap Islam sebagai riba?
Alhamdulillah.
Pertama:
Sistem bunga yang menjadi andalan bank-bank komersil adalah
sitem riba yang diharamkan, dilaksanakan dengan memberikan pinjaman atau
meminjam dengan riba. Bank memberikan pinjaman kepada nasabah, sedangkan
nasabah yang menyimpan uang di bank mendapatkan imbalan. Pinjam meminjam
dengan adanya keuntungan adalah riba yang disepakati keharamannya. Lihat
jawaban no.
110112 .
Adapun perbankan dan jasa keuangan Islamy berpatokan pada
transaksi yang dibolehkan, baik dalam bentuk jual beli atau saham dan
lainnya dalam berbagai bentuk investasi harta. Juga dengan mengambil
keuntungan dari jasa transfer serta mengambil selisih kurs dalam jual beli
mata uang.
Berikut ini merupakan contoh sederhana perbedaan antara
transaksi riba dengan transaksi yang disyariatkan dan bagaimana bank
mengambil untung dari kedua transaksi ini. Jika seorang nasabah ingin
mendapatkan keuntungan dari harta yang diinvestasikan, maka dia menyimpan
hartanya untuk ditabung di bank riba, maka bank memberikan kepadanya bunga
tertentu sedangkan modal pokoknya dijamin tetap. Ini hakekatnya adalah riba,
nasabah meminjamkan kepada bank, lalu bank mengambil manfaat dari uang yang
disimpan itu dengan meminjamkannya kepada nasabah lainnya dengan mengambil
keuntungan darinya. Maka bank meminjam dan meminjamkan lalu mengambil
manfaat dengan selisih keuntungan.
Adapun bank Islamy, salah satu caranya adalah menerima uang
nasabah untuk diinvestikan dalam proyek bisnis atau properti atau semacamnya,
lalu nasabah diberikan prosentase dari keuntungan, bank pun seperti halnya
nasabah memiliki jatah prosentase keuntungan. Keuntungan bank didapat dari
keuntungan proyek tersebut, boleh jadi keuntungannya lebih besar
dibandingkan keuntungan yang didapat dari bank riba yang diharamkan. Akan
tetapi dalam masalah investasi ini ada konsekwensinya, maka itu hendaknya
harus bersungguh-sungguh dan mencari pilihan proyek yang bermanfaat dan
dapat dijalankan serta mungkin untuk dikontrol agar hasilnya tampak.
Perbedaan antara bank riba dan bank Islam dalam contoh ini
adalah perbedaan antara simpan pinjam yang mengandung riba yang diharamkan
dengan investasi yang seorang nasabah juga dapat menanggung kerugian
hartanya. Tidak ada jaminan bahwa modal dasarnya tetap ada, akan tetapi,
jika beruntung maka dia mendapatkan keuntungan yang halal.
Maksudnya adalah; bahwa bank Islam memiliki banyak cara yang
dibenarkan syariat untuk mendapatkan keuntungan. Karena itu, bank-bank Islam
ini mulai tumbuh berkembang, bahkan sejumlah Negara non muslim sedang
berusaha menggagas system perbankan Islam karena dia mendatangkan keuntungan
serta dapat menghindar dari dampak buruk system riba yang banyak menimbulkan
kerugian.
Sebagai tambahan, lihat jawaban soal no.
Kedua:
Praktek transaksi riba itu banyak, di antaranya; Simpan
pinjam berbunga, menukar mata uang secara kredit, tukar menukar emas dengan
selisih kelebihan atau dengan penangguhan, perkara-perkara yang hakikatnya
mengandung riba, seperti diskon surat-surat komersil, saving account,
surat-surat investasi berhadiah, denda akibat keterlambatan cicilan atau
kartu kredit. Semua ini dapat dibaca di web ini kajiannya.
Wallahu a’lam.
