Saya bersedia menjadi istri kedua, namun ibu saya menolak untuk menyetujui keputusan saya, saya telah mendapatkan seorang laki-laki yang bukan berasal dari daerah saya, ibu saya masih saja menolak poligami dan menolak laki-laki tersebut, apa yang seharusnya saya lakukan ?, saya sudah terlanjur sangat mencintainya, apakah saya harus mentaati ibu saya ?

Alhamdulillah

Tidak diragukan lagi bahwa
yang mengakadkan pernikahan itu adalah wali dari mempelai wanita, yaitu;
bapaknya, kemudian anaknya jika ada, kemudian kakeknya, kemudian saudara
laki-lakinya, sesuai dengan urutan ashabah (jalur laki-laki), seorang ibu
tidak berhak menjadi wali, namun seorang ibu mempunyai hak yang besar dalam
hal bakti dan berbuat baik, mentaatinya adalah sebuah kewajiban, menikah
dengan laki-laki tertentu tidak wajib, oleh karenanya sebaiknya anda
berusaha menjelaskan kepada ibu anda agar dia menyetujui pernikahan anda
dengan peminang tersebut jika memang agama dan akhlaknya baik, anda juga
perlu menjelaskan kepadanya tentang kebaikan-kebaikannya dan
kelebihan-kelebihan jika nantinya terjalin pernikahan, jika beliaunya
menerima alhamdulillah, dan jika bersikeras menolaknya maka kewajiban anda
mentaatinya dan berbakti kepadanya.

Kedua:

Seorang peminang adalah
sebagai orang asing bagi wanita yang dipinangnya, maka tidak boleh ada
hubungan khusus di antara keduanya, seperti: pertemuan, bersalaman, atau
berduaan, maka perkataan anda yang menyatakan bahwa anda sangat mencintainya,
jika hal tersebut karena anda hanya mendengar tentangnya tanpa melakukan
hal-hal yang dilarang, maka anda tidak berdosa. Namun jika rasa cinta itu
tumbuh dari bentuk penyimpangan, seperti: memandang, menemani, maka anda
wajib bertaubat kepada Allah –Ta’ala- dan menjauhi sebab-sebab fitnah dan
yang diharamkan.

Dalam kondisi apapun sekarang
anda harus memutuskan hubungan dengannya, menganggapnya sebagai orang asing
yang tidak memiliki hubungan apapun, sampai pernikahan terjadi.

Kami berpesan agar anda
senantiasa bertakwa kepada Allah –Ta’ala- dan merasa diawasi oleh-Nya,
mintalah petunjuk-Nya untuk mendapatkan suami yang sholeh.

Wallahu a’lam.