Bagaiman saya berinteraksi dengan orang-orang Nashrani yang ada sekarang ini dengan kenyataan bahwa mereka adalah kaum musyrik. Apakah berjabat tangan dengan mereka, atau berjual beli dengan mereka diharamkan, karena mereka najis? Sementara itu saya mendengar bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membeli keju dari orang Nashrani. Apakah hal ini benar?
Alhamdulillah
Pertama, anda hendaknya mendakwahkannya kepada Islam dan
menjelaskan ajaran-ajaran Islam kepada mereka. Jika mereka tetap dalam
keyakinannya, maka anda harus menampakkan kebencian dan kemarahan serta
sikap merendahkan mereka. Maka tidak boleh menempatkan mereka di depan
majelis dan berdiri untuk mereka, berdiri untuk mereka, mengawali salam,
berjabat tangan atau bergaul dan bercanda dengan mereka. Justeru mereka
harus diisolir dan ditampakkan kebencian terhadap mereka serta mengecilkan
kedudukan mereka.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لا تبدءوا اليهود والنصارى بالسلام ، وإذا لقيتموهم في طريق
فاضطروهم إلى أضيقه
“Jangan mengawali salam terhadap orang Yahudi dan Nashrani.
Jika kalian bertemu mereka di jalan, maka himpitlah ke
tempat yang lebih sempit.”
Adapun berjual beli dengan mereka maka hukumnya boleh jika
ada kebutuhan, jika tidak ada barang kecuali pada mereka.
Adapun yang disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa
sallam membeli keju dari orang Nashrani, yang kuat bahwa hal itu tidak
shahih. Akan tetapi, tidak mengapa membeli keju atau semisalnya dari mereka
sebagaimana tidak mengapa memakan sembelihan mereka jika disembelih dengan
cara yang syar’i.
Wallahu a’lam.
