Apa pertimbangan pokok seorang wanita memilih suami. Apakah menolak (calon) suami yang saleh karena kepentingan dunia akan mendapatkan hukuman dari Allah?

Alhamdulillah

Sifat terpenting bagi seorang wanita untuk
memilih pinangan adalah akhlak dan agama. Sementara harta dan keturunan
adalah sekunder. Yang terpenting, orang yang meminang memiliki agama dan
akhlak mulia. Karena jika orang tersebut memiliki agama dan akhlak yang
baik, maka seorang wanita tidak akan disia-siakannya sedikit pun juga. Kalau
dia tetap sebagai isterinya, maka dia akan diperlakukan  dengan baik. Kalau
pun harus bercerai, dilakukan pula dengan cara baik-baik. Kemudian orang
yang punya agama dan akhlak akan mendatangkan barokah baginya dan
keturunannya disamping dia dapat belajar akhlak dan agama darinya.

Selain dari itu, hendaknya anda
menghindarinya. Apalagi jika orangnya meremehkan pelaksanaan shalat atau
dikenal sebagai peminum khamar, na’uzubillah. Adapun orang yang tidak pernah
shalat sama sekali, mereka adalah kafir, dia tidak halal bagi wanita
muslimah, dan juga tidak untuk para wanita muslimah lainnya. Yang penting
seorang wanita menfokuskan kepada akhlak dan agama. Sementara nasab (silsiah
keturunan), kalau mendapatkan, maka hal itu lebih bagus.

Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:

إِذَا أَتَاكُمْ مَن تَرْضَونَ دِيْنَهُ وَخُلُقَهُ
فَأَنْكِحُوهُ

“Kalau datang kepada anda orang yang anda
ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia.”

Kalau mendapatkan yang sekufu (sepadan) maka itu lebih baik.