Kalau ada jamaah shalat menunaikan shalat asar, salah seorang masuk bersama mereka ikut shalat dia menyangka itu adalah shalat zuhur. Akan tetapi di dapatkan di sela-sela shalat bahwa itu shalat asar. Apa yang seharusnya dilakukan ketika merubah niatannya di sela-sela shalat? Apakah memutus shalat langsung dan takbir ihram sekali lagi?
Alhamdulillah
Penanya ini tidak lepas dari
dua kondisi:
Kondisi pertama: penanya
telah menunaikan shalat zuhur kemudian masuk bersama mereka dalam shalat
asar dengan niatan shalat zuhur karena lupa kemudian teringat di
tengah-tengah shalat bahwa ini adalah shalat asar. Dalam kondisi seperti ini,
tidak sah merubah niatannya dengan meniatkan asar, bahkan harus diputus
shalatnya. Kemudian takbir dan masuk bersama imam lagi dengan niatan asar.
Karena niat termasuk syarat sahnya shalat. Kaidah dalam bab ini adalah (maksudnya
dalam bab niat dalam shalat) bahwa siapa yang merubah niatnya dari shalat
tertentu baik itu wajib maupun sunah ke shalat tertentu lainnya, maka shalat
yang dilakukannya batal. Dan tidak terjadi pada shalat lainnya. Bisa terjadi
dengan meniatkan memutus shalat yang diniatkan pertama, kemudian takbirul
ihiram meniatkan untuk shalat lainnya. Wallahu a’lam silahkan melihat
‘Syarkh Mumti’, (2/296).
Kondisi kedua: sejak awal dia
belum shalat zuhur dan masuk masjid sementara mereka menunaikan shalat asar.
Syekh Ibnu Baz rahimahullah ditanya, “Kalau seseorang terlambat shalat
seperti zuhur, dan dia teringat padahal telah ditunaikan shalat asar. Maka
beliau menjawab, “Yang dianjurkan bagi orang yang teringat dalam pertanyaan
agar shalat bersama jamaah yang ada shalat zuhur dengan niatan (maksudnya
niatan zuhur) kemudian shalat asar setelah itu karena wajibnya berurutan (tartib).
Tidak gugur berurutan karena khawatir terlewat jamaah.” Selesai
Dalam tempat lain beliau
mengatakan, “Tidak merusak perbedaan niatan antara imam dan makmum menurut
pendapat yang kuat dikalangan ahli ilmu. Wallahu a’lam
Fatawa Syekh Ibnu Baz
rahimahullah (Juz/12 hal. 190-191).
