Apa yang dimaksud dengan golongan jin dan manusia di dalam surat An Naas, apakah mereka itu setan dari jenis Jin dan Manusia ataukah apa?

Alhamdulillah…

Yang pertama:

Allah Ta’ala
berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس *ِ مَلِكِ
النَّاسِ * إِلَهِ النَّاس * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاس *ِ الَّذِي
يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس (سورة الناس)

“Katakanlah,
Aku berlindung kepada Tuhannya manusia . Rajanya
manusia. Sembahan manusia.
dari kejahatan (bisikan) Setan yang bersembunyi. Yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari
(golongan) jin dan manusia.” (QS Surat an Naas: 1-6)

Di dalam
ayat-ayat yang mulia di dalam surat tersebut diperintahkan agar berlindung
dari bisikan setan yang bersembunyi yang senantia membisikkan ke dalam dada
manusia, dan di dalamnya menjelaskan kondisi bisikan-bisikan tersebut, yang
bisa jadi pembisik tersebut dari golongan jin atau mungkin saja dari
golongan manusia.

Al Hasan Al
Bashri  berkata: Kedua-duanya
merupakan setan, adapun setan yang berbentuk jin maka dia membisikkan ke
dalam dada manusia, dan adapun setan yang berwujud manusia maka dia datang
secara jelas dan nyata. Qatadah berkata : Sesungguhnya dari golongan jin itu
ada setan-setannya, demikian pula dari golongan manusiapun ada
setan-setannya, maka hendaklah berlindung kepada Allah dari Setan-setan
jenis manusia  maupun dari jenis jin. Inilah yang paling benar dalam
penafsiran ayat-ayat yang mulia tersebut.

Ibnul Qoyyim Al
Jauziyyah Rahimahullah berkata: “Yang benar dalam memberikan pengertian
tentang ayat dalam firman Allah:
(مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ)
yaitu menjelaskan tentang siapa yang membisikkan, dan
mereka ada dua macam: Yaitu jenis jin dan manusia. Adapun
jin maka dia membisikkan ke dalam dada manusia, sedang manusia pun juga
membisikkan ke dalam dada manusia. Dan bentuk
kesertaan keduanya dalam bisikan ini adalah 
kesertaan keduanya dalam menebarkan pengaruh setan Allah
Ta’ala berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ
عَدُوّاً شَيَاطِينَ الأِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ
زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوراً (سورة الأنعام: 112)

“Dan
demikianlah Kami jadikan untuk setiap nabi musuh yang terdiri dari
setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian
yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.”
(QS Al An’am: 112).

Maka dalam hal
ini setan membisikkan kepada manusia sebuah kebatilan, lalu manusia tersebut
membisikkan kebatilan ini kepada manusia yang lain, maka setan-setan dari
jenis manusia dan jin keduanya ikut andil dalam menebarkan pengaruh setan
dan keduanya ikut serta dalam memberikan bisikan-bisikan.
Ayat di atas menganjurkan agar berlindung
dari kejahatan dua jenis setan tersebut, yaitu setan
dari golongan manusia dan setan dari golongan jin.”  (Dinukil
dengan ringkas)

Syekh Ibnu
Utsaimin Rahimahullah menjelaskan dalam “Tafsir Juz Amma”, “Adapun firman
Allah:  ( مِنْ
الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ)
maksudnya adalah: Sesungguhnya bisikan itu datangnya
dari jin, dan bisa jadi datangnya dari anak cucu Adam. Adapun bisikan jin,
maka jelas sekali karena jin itu
berjalan melalui peredaran darah anak Adam. Adapun bisikan anak cucu Adam,
maka alangkah banyaknya mereka yang mendatangi manusia lain lalu
mempengaruhi mereka dengan pengaruh yang dihiasi keindahan lalu disusupkan
ke dalam hati mereka sehingga mengikuti apa yang disampaikan, hingga
akhirnya orang itu mengikuti apa yang mereka bisikkan.”

Wallahu A’lam.