Sebagian orang merasa optimis atau pesimis ketika merasakan suara di telinga, atau apabila pelupuk mata bergerak-gerak dan sejenisnya. Apa ada dalilnya?


Sama sekali tidak ada dalilnya. Seorang muslim wajib bertawakkal kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala. Bentuk rasa optimisme tersebut termasuk meramal.
Hal tersebut telah dijelaskan kebatilannya oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam
dan telah beliau jelaskan bahwa itu adalah syirik. Apabila seseorang
mendapatkan perasaan semacam itu, hendaknya ia menolaknya, dan lakukan saja
pekerjaannya seperti biasa, jangan bimbang.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ramalan itu tetap saja tidak bisa menghalangi perbuatanmu atau sebaliknya.”

Hendaknya setiap muslim itu melakukan doa berikut:

“Allahummah Laa Ya-ti Bilhasanaati Illa Anta wa Laa Yadfa’us Sayyi-ati
Illa Anta Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Bika.”

“Ya Allah, yang dapat mendatangkan kebaikan hanyalah Engkau, dan
yang dapat menolak keburukan hanyalah Engkau. Tidak ada daya dan tidak ada
kekuatan melainkan dengan pertolongan-Mu.”

Adapun sekedar sikap optimis saja, itu baik. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam
sendiri suka sekali bersikap optimis. Sikap demikian justru merupakan
sangka baik terhadap Allah Azza wa Jalla.