Bagaimana cara memandikan mayit?
Alhamdulillah
Cara yang sesuai syariat
adalah pertama kali dimulai dengan istinja (membersihkan tempat keluar
kotoran) kalau keluar sesuatu, baik berupa kencing atau kotoran. Orang yang
memandikan hendaknya kedua tangannya memakai sarung tangan dan membersihkan
dubur dan kemaluan dari kotoran, lalu menyiramkan air. Antara pusar dan
lutut hendaknya ditutup dari pandangan orang. Kemudian setelah itu diwudukan
sesuati dengan wudu syar’i. mengusap mulut dan hidungnya dengan air,
membasuh wajah dan kedua tangannya. Mengusap kepala dan kedua telinganya.
Dan membasuh kedua kakina. Kemudian menyiram di kepalanya dengan air
bercampur bidara. Kemudian sisi kanan, sisi kiri. Kemudian menyiram seluruh
(badan) dengan air. Dan menjadian siraman terakhir dengan kapur. Wewangian
yang dikenal, menguarkan tubuh dan menjadikan baunya wangi.
Ini yang paling utama. Cara
apapun dalam memandikan diterima. Yang penting disiram semuanya dengan air
dan dihilangkan kotorannya. Akan tetapi yang paling utama adalah memulai
dengan istinja’ (membersihkan kotoran) kemudian diwudukan sesuai wudu syar’i.
kemudian menyiram dengan air bercampur bidara tiga kali siraman. Kemudian
menyiram seluruh badannya dengan air tiga kali sisi kanan kemudian sisi kiri
tiga kali siraman. Kalau dibutuhkan, lebih dari tiga, maka lima. Kalau
dibutuhkan lebih dari itu, maka tujuh. Diakhiri dengan ganjil. Ini yang
paling utama.
Kalau dimandikan sekali atau
dua kali, diterima. Akan tetapi yang lebih utama tiga, lima dan tujuh kalau
dibutuhkan hal itu. Selesai dengan ringkasan sedikit, dari ‘Fatawa Nurun
‘Alad Darbi karangan Syekh Ibnu Baz rahimahullah.
http://www.binbaz.org.sa/mat/14043
Wallahu a’lam
.
