Sebagian imam masjid di bulan Ramadan panjang dalam berdoa, sebagian lagi ada yang membaca singkat. Mana yang benar?
Alhamdulillah
Yang benar adalah tidak boleh berlebih-lebihan dan
kekurangang. Doa yang panjang jika menyusahkan jamaah adalah terlarang.
Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ketika sampai kepadanya berita
bahwa Muaz bin Jabal mengimami shalat dengan lama, beliau sangat marah
kepadanya, belum pernah belaiu marah seperti itu. Beliau berkata kepada
Muaz, “Wahai Muaz, Apakah engkau ingin menimbulkan fitnah.” (HR. Bukhari
dalam Kitab Al-Adabul Mufrad, no. 6106, Muslim, Bab Shalat, no. 465). Yang
baik adalah jika mencukupkan doa qunut dengan apa yang disebutkan riwayatnya
atau boleh ditambah.
Tidak diragukan lagi, memanjangkan bacaan qunut memberatkan
jamaah shalat, khususnya apabila di sana terdapat orang lemah, ada juga
orang-orang yang terikat dengan pekerjaannya sedangkan dia tidak ingin
menghentikan shalatnya sebelum imamnya selesai, sementara jika dia tetap
bersama imam, maka hal itu akan memberatkannya. Maka nasehatku kepada
saudara-saudaraku para imam hendaknya mengambil sikap pertengahan. Begitu
juga sebaiknya, sekali-kali meninggalkan doa qunut agar orang awam tidak
menganggapnya sebagai perkara wajib.
