Seorang wanita telah masuk Islam dan hidup bersama keluarganya non Islam. Mereka sekarang tidak menentang keislamannya. Dia telah berusaha sekuat tenaga mendakwahi mereka dengan berbagai cara, akan tetapi tidak ada hasilnya. Bagaimana bermuamalah dengan mereka sementara mereka masih dalam kesesatan? Apa tetap disambung atau diputus hubungan dengan mereka?

Alhamdulillah

Seharusnya
bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah masuk Islam, hendaknya
bersegera dengan cahaya ini untuk menerangi kehidupan keluarga dan
kerabatnya. Mereka adalah orang yang lebih utama untuk didakwahkan dengan
cahaya Islam. Jika ada di antara mereka ada yang tidak menentang Islam, hal
itu merupakan suatu kenikmatan besar bagi seorang muslim berinvestasi
dengannya dengan menampilkan Islam kepada mereka dengan jalan yang baik dan
mendakwahi mereka dengan berbagai jalan yang mubah. Dengan cara memberikan
video, kaset, buku dan situs-situs, mengundang tokoh Islam yang berpengaruh,
mendekatkan diri dengan memberi hadiah, berinteraksi dengan baik, akhlak
yang mulia, menjauhi kekerasan dan hendaknya senantiasa berdoa kepada Allah
agar mereka diberi hidayah dan taufik.

Kalau Allah Ta’ala
memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua yang mengajak anaknya
kepada kekafiran bahkan keduanya bersikeras untuk hal itu. Maka lebih utama
lagi berinteraksi kepada orang yang telah menerima keislaman anda tidak
menentangnya. Allah ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ
وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي
وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ . وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ
بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي
الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ (سورة لقمان:
 14 – 15)

“Dan Kami perintahkan kepada
manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu,
hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,
Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia
dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” (QS. Luqman:
14-15)

Ibnu Jarir At-Thabari
rahimahullah mengatakan, “Kalau dia (orang tuamu) mengajakmu wahai manusia,
untuk melakukan kesyirikan kepadaKu dalam beribadah kepadaKu dengan
(menyekutukan) selainKu. Dimana anda tidak mengetahui bahwa saya mempunyai
sekutu – dan tidak ada sekutu bagiNya dalam menyebutkannya yang tinggi dan
besar- maka jangan anda mentaati keduanya dari apa yang dia inginkan darimu
melakukan kesyirikan kepada-Ku.

وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيا مَعْرُوفًا

 “Pergauilah
keduanya di dunia dengan baik” beliau berkata, “Pergauilah keduanya di dunia
dengan baik yang anda tidak perlu mengukutinya berbuat (kejelekan) antara
anda dengan tuhanmu dan tidak berdosa. (Tafsir Ath-Thabari, 20/139)

Ibnu Katsir rahimahullah
mengatakan, “Maksudnya kalau keduanya sangat berharap kepadamu untuk
mengikuti agamanya, maka jangan anda menurutinya. Akan tetapi hal itu tidak
menghalangimu untuk mempergauli keduanya dengan baik di dunia, maksudnya
berbuat baik kepada keduanya.

وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ

“Dan ikutilah jalan orang yang kembali.”

Maksudnya orang-orang beriman.

Para ulama yang tergabung
dalam Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta ditanya, “Saya mempunyai keluarga musyrik
kecuali saudari perempuanku yang muslimah. Apakah saya dibolehkan tinggal,
makan dan minum bersama mereka. Kalau dibolehkan, tanpa mengorbankan
agamaku, apakah saya dibolehkan terus terang bahwa mereka adalah kafir yang
keluar dari agama Allah? Padahal saya telah mengajaknya dan mereka (masih)
ragu-ragu, tidak kesini dan tidak kesana. Akan tetapi mereka lebih dekat
kepada kesyirikan. Padahal saya tidak mendapatkan tempat tinggal kecuali
bersama mereka.”

Mereka menjawab, “Seharusnya
anda terus menerus memberikan menasehat dan mengingatkan mereka. Pergaulilah
dan berkata yang baik kepada mereka. Jika anda kaya, maka berikan infak
kepadanya, semoga Allah membukakan hatinya dan menyinari nuraninya. Allah
berfirman:

 وَإِنْ جَاهَدَاكَ
عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا
وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ
إِلَيَّ (سورة لقمان: 15)

“Dan jika keduanya memaksamu
untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu
tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah
keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali
kepada-Ku.” (QS. Luqman: 15)

Carilah berbagai macam cara
untuk menghadirkan kebenaran kepada mereka, baik dengan surat, buku dan
kaset-kaset.”

(Syekh Abdul Aziz bin Baz,
Syekh Abdur Rozzaq Afifi, Syekh Abdullah Gudyan, “Fatawa Al-Lajnah
Ad-Daimah, 12/255, 256)

Syekh Shaleh bin Fauzan
hafizahullah mengatakan, “Allah Ta’la mewajibkan berbakti kepada kedua orang
tua dengan baik dan bagus meskipun keduanya dalam keadaan kafir. Allah
berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ
وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي
وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ . وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ
بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي
الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ (سورة لقمان:
14 ، 15)

“Dan Kami perintahkan kepada
manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu,
hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,
Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia
dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” (QS. Luqman:
14-15)

Anda harus berbuat baik
kepada kedua orang tua anda dengan kebaikan dunia. Sementara dalam agama,
maka anda mengikuti agama yang benar meskipun menyalahi agama nenek moyang
anda. Adapun berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai balasan sebagai
balasan terhadap kebaikannya meskipun keduanya dalam kondisi kafir. Maka hal
itu tidak menghalangi untuk menyambung, berbakti dan membalasnya, akan
tetapi jangan mentaatinya dalam bermaksiat kepada Allah Azza Wajalla.”
(Al-Muntaqo Min Fatawa Al-Fauzan, 2/257 soal no. 226)

Sebagai tambahan, silakan
lihat jawaban soal no. 20961,
27196
, 27105 dan 6401.

Wallahu a’lam.