Apakah dianjurkan disela-sela membawa keranda mayat mengatakan seperti yang diucapkan sebagian orang ‘Mohonkan ampunan untuk si mayat’

Alhamdulillah

Berdoa untuk mayat dan
memohonkan ampunan untuknya termasuk ibadah. Tidak mengapa seseorang
memohonkan ampunan untuk saudaranya ketika membawa keranda mayat sewaktu
berjalan. Sementara seruan orang ‘Mohonkan ampunan untuk saudara kalian’
sekelompok ulama’ memakruhkannya, dan menggolongkan termasuk bid’ah yang
diada-adakan.

Ibnu Abi Syaibah telah
membuat bab dalam kitab Mushonnaf-nya Bab Ma Qoluu Fir rajuli Yaqulu Kholfa
Mayyit Istagfiru lahu Yagfirullaha Lakum (Bab apa yang diucapkan pada
seseorang yang mengatakan di belakang mayat ‘Mohonkan ampunan padanya,
semoga Allah mengampuni anda semua’)

Ibrahim mengatakan, “Dahulu
dimakruhkan seseorang mengikuti jenazah dengan mengatakan ‘Mohonkan ampunan
untuknya, semoga Allah mengampuni anda.”

Dari Bukair bin Atiq berkata,
“Dahulu saya (mengantarkan) jenazah di dalamnya ada Said bin Jubair,
seseorang mengatakan, “Mohonkan ampunan untuknya, semoga Allah mengampuni
anda’ Maka Said bin Jubair mengatakan, “Semoga Allah tidak mengampuni anda.”

Dari ‘Atho beliau tidak
menyukai ucapan “Mohonkan ampunan untuknya, semoga Allah mengampuni anda’’

Terdapt dalam Tuhfatul Muhtaj
karangan Allamah Al-Haitsami rahimahullah, 3/88: “Dimakruhkan ‘Al-Lagtu’
yaitu meninggikan suara meskipun dengan zikir dan bacaan ketika berjalan
bersama keranda jenazah. Karena para shahabat radhiallahu anhum memakruhkan
waktu itu.” (HR. Baihaqi).

Hasan dan lainnya juga
memakruhkan orang yang mengatakan “Mohonkan ampunan untuk saudara anda” Ibnu
Umar mengomentari orang yang mengucapkannya, “Semoga Allah tidak mengampuni
anda” yang (dianjurkan) adalah diam memikirkan kematian dan yang terkait
dengannya, juga merenungi dunia yang fana, serta berzikir dengan lisannya
secara sembunyi tidak dikeraskan.
Karena hal itu
(menyerukan perkataan tadi) termasuk bid’ah yang tercela.”

Dalam bukunya
Syekh Al-Albany rahimahullah Ahkamul Janaiz, 1/250: Di antara bid’ah adalah
berseru di belakang keranda Jenazah dengan ucapan ‘“Mohonkan ampunan
untuknya, semoga Allah mengampuni anda” atau sejenisnya.

Wallahua’lam .