Apakah orang yang bertayammum boleh menjadi imam bagi orang yang berwudu
Alhamdulillah.
Ibnu
Hazam berkata,
Dibolehkan orang yang bertayammum menjadi imam bagi orang yang berwudu, dan
orang yang berwudu menjadi imam bagi yang bertayammum, orang yang mengusap
menjadi imam orang yang membasuh, dan orang yang membasuh menjadi imam bagi
yang mengusap. Karena semua yang kami sebutkan telah menunaikan
kewajibannya, tidak ada yang dianggap lebih bersuci dibanding lainnya, juga
tidak ada yang dianggap lebih mulia shalatnya dibanding lainnya. Sedangkan
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, jika telah masuk waktu shalat
memerintahakn mereka yang paling pandai membaca Al-Quran untuk menjadi imam,
dan beliau tidak mengkhususkan selain itu. Seandainya ada kewajiban selain
dari apa yang telah kami sebutkan, niscaya beliau akan menjelaskannya dan
tidak mengabaikannya. Ini adalah pendapat Abu Hanifah, Abu Yusuf, Zufar,
Sufyan, Syafi’i, Daud dan Ahmad, Ishaq, Abu Tsaur. Hal itu diriwayatkan dari
Ibnu Abbas, Ammar bin Yasir dan sejumlah sahabat radhiallahu anhum. Dan ini
adalah pendapat Said bin Musayyab, Al-Hasan, Atha, Az-Zuhri, Hamad bin Abu
Sulaiman.
Terdapat
riwayat yang melarang hal ini berasal dari Ali bin Abi Thalib yang berkata,
‘Orang yang bertayammum tidak boleh menjadi imam orang yang berwudu, begitu
juga orang yang diikat, tidak boleh menjadi imam orang yang bebas.’
Sedangkan Ar-Rabiah berkata, ‘Orang yang bertayammum dari junub tidak boleh
menjadi imam kecuali kalau makmumnya seperti dia.’ Pendapat ini juga
dilontarkan oleh Yahya bin Said Al-Anshari.
Muhammad
bin Hasan dan Hasan bin Yahya berkata, ‘Orang itu, tidak boleh menjadi imam,
kecuali kalau dia pemimpin’
Mali
dan Ubaidillah bin Hasan menyatakan hal tersebut makruh, namun jika
dilakukan shalatnya sah.
Al-Auza’i berkata, ‘Orang itu, tidak boleh menjadi imam, kecuali kalau dia
pemimpin’
Ali,
maksudnya Ibnu Hazm, berkata, ‘Larangan tentang hal tersebut atau pendapat
makruh, tidak ada dalilnya dalam Al-Quran dan Sunnah, juga bukan dari ijmak
dan qiyas, begitu juga dari bagian-bagiannya.’ Semoga Allah memberi taufiq.
