Saya seorang mahasiswa, memiliki teman beragama Nashrani yang baik hatinya. Saya mohon kepada Allah semoga Dia membuka hatinya untuk Islam. Karena pertemanan tersebut kami sering berinteraksi di kampus dan saling tolong menolong dalam berbagai masalah. Saya berusaha semampu mungkin dan sebatas ilmu yang saya miliki untuk menjelaskan kemulian islam kepadanya jika ada kesempatan untuk hal itu, karena akhlak mulia sangat memberikan pengaruh baginya. Pertanyaan saya, kadang dia meminta kepada saya untuk mengantarkannya ke gereja, atau dia kadang berkonsultasi kepada saya terkait kejadian yang dia alami bersama kekasihnya. Saya berusaha untuk mengalihkan tema pembicaraan atau lari dari pertanyaannya. Apakah saya mendapatkan dosa jika saya membantu dalam masalah-masalah tersebut? Ataukah saya tidak boleh membantunya? Apa batasan dalam masalah ini? Maksudnya tolong menolong antara muslim dengan non muslim. Jazakumullah khairan. Saya mohon anda mendoakannya semoga dia mendapatkan hidayah Allah lewat tangan saya.
Alhamdulillah
Pertama:
Syariat kita yang suci tidak melarang untuk berinteraksi
dengan orang kafir dalam perkara jual beli. Juga tidak melarang untuk
mengambil manfaat dari mereka, baik berupa ilmu, perdagangan, atau selainnya
dan hubungan transaksi dunia yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan .
Akan tetapi, dilarang menjadikan mereka sebagai sahabat dan karib dekat jika
tidak ada tujuan mendakwahi mereka kepada Islam. Karena pertemanan bisa
menyebabkan terpengaruhnya seorang muslim dengan agama mereka atau bahkan
bisa menimbulkan rasa cinta kepada mereka yang mana semua itu berbahaya bagi
agama seorang muslim. Dan tidaklah tersesat para pelajar yang mendapat
beasiswa atau utusan Negara dan orang-orang islam yang tinggal di
negeri-negeri kafir melainkan karena sebab ini (berteman karib dengan
mereka, pen) sehingga mereka hanyut di negeri tersebut dan menyerupai
penduduknya, membangga-banggakan mereka, terpengaruh dengan prinsip-prinsip
mereka, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang kehilangan apa yang
paling berharga dalam kehidupannya, yaitu agama.
Karena itu, hendaknya niat anda dalam
berinteraksi dengan seorang Nashrani adalah untuk melunakkan hatinya agar
menerima Islam dan memperlihatkan akhlak kaum muslimin yang baik yang mereka
ketahui dari agamanya. Dan jangan sampai muncul dalam hati anda rasa cinta
terhadap orang seperti mereka yang mencaci maki Allah dan menjadikan Allah
memiliki istri dan anak serta mengagungkan salib dan menyembahnya.
Lihat jawaban soal. No.
Kedua:
Jika dasar tolong menolong antara sesama kaum muslimin adalah
kebaikan dan takwa dan bukan dalam dosa serta permusuhan, maka dasar
tersebut lebih diutamakan lagi berlaku dalam hubungan muslim dengan non
muslim.
Firman Allah Taala:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا
عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ (سورة المائدة: 2)
“Dan hendaklah kalian saling tolong menolong dalam kebaikan
dan takwa, jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Maidah: 2)
Berdasarkan hal ini, dibolehkan menolongnya dan berbuat baik
kepadanya seperti dalam masalah belajar atau mengantarkannya ke rumahnya dan
semacamnya yang tergolong perkara yang boleh. Adapun dalam perkara yang
diharamkan, maka tidak boleh menolongnya dalam masalah tersebut. Karena itu,
tidak dibolehkan mengantarkannya pergi ke gereja. Karena di dalam gereja
terdapat kekufuran kepada Allah dan penyembahan kepada selain-Nya. Juga
tidak boleh menolong masalah yang dia hadapi dengan kekasihnya, justru yang
seharusnya dia lakukan adalah melarangnya dengan cara yang lembut .
Ketahuilah, tidak dibolehkan melunakkan hatinya dengan cara mendorongnya
pada perkara yang diharamkan. Akan tetapi dibolehkan bagi anda diam atas
kemunkarannya hingga akhirnya mendapati waktu dan kesempatan yang tepat
untuk membicarakannya.
Dan bisa jadi sikap yang santun dalam meyampaikan alasan
untuk menolaknya dalam kedua masalah tersebut dan upaya menjelaskan
kepadanya hukum syar’i menjadi sebab hidayah baginya dan menghentikannya
dari segala kekufuran dan kefasikan. Hal ini tidak diragukan lagi, lebih
baik ketimbang kita menutup hakikat tersebut darinya dan membiarkannya buta
untuk dapat melihat hakikat kebenaran. Maka jadikanlah sikap anda yang tidak
bersedia menolong teman anda dalam dua masalah diatas sebagai jalan untuk
meraih hati dan akalnya, semoga dia mendapatkan hidayah dengan sebab itu.
Ketahuilah, bahwa biasanya dia akan menghormati anda jika
anda menolak perbuatan yang bertentangan dengan agama anda. Berterus
teranglah dalam kebenaran dan jangan takuti akibatnya. Tenanglah bahwa semua
itu merupakan kebenaran dan bahwa semua itu bermanfaat baginya atas izin
Allah.
Kami mohon kepada Allah, semoga Dia memberikan taufiq kepada
anda kepada hal-hal yang Dia cintai dari ridhai dan semoga Allah memberinya
hidayah ke jalan yang benar.
Wallahu a’lam.
