Seorang gadis yang berkomitmen kepada agamanya ingin menikah dengan pemuda yang berkomiten dan istiqamah kepada agamanya; karena kebanyakan yang datang mau meminangnya mereka tidak berkomitmen pada agama, masalah ini pernah disampaikan kepada salah satu syeikh yang mulia melalui sepucuk surat, maka syeikh tersebut menjawab juga melalui selembar kertas yang berisi beberapa pertanyaan tentang nasab gadis tersebut, sifat-sifatnya, dan menginginkan calon suami yang seperti apa, beliau ingin menikahkan kami dengan pemuda yang berkomitmen kepada agama, apakah gadis tersebut melanjutkan langkah tersebut ?, karena akan banyak menyisakan masalah, keluarga besarnya belum tahu, dihawatir akan dipersulit dan kemungkinan tidak diterima oleh mereka atau yang lainnya, umurnya juga belum genap 20 tahun, maka mohon nasehatnya yang menurut anda benar, dia sangat membutuhkan nasehat tersebut, semoga Allah membalas kebaikan anda.
Alhamdulillah
Pertama:
Tidak masalah bagi seorang
wanita meminta untuk dinikahkan, dan mencari pasangan yang baik agama dan
akhlaknya, apalagi pada zaman seperti ini banyak fitnah tersebar di
mana-mana, justru yang demikian itu menunjukkan akan kedewasaan dirinya dan
baik tingkah lakunya.
Imam Bukhori (5120)
meriwayatkan dari Anas –radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Seorang wanita telah
mendatangi Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menawarkan dirinya
dengan berkata: “Wahai Rasulullah, apakah anda mempunyai hasrat kepadaku ?”,
Anak perempuan Anas berkata: “Alangkah tidak malunya dia, aib..aib…”, Anas
berkata: “Dia lebih baik darimu”, dia menyukai Nabi –shallallahu ‘alaihi wa
sallam- maka dia menawarkan dirinya.
Imam Bukhori menuliskan bab
khusus dalam kitab Shahihnya: “Wanita menawarkan dirinya kepada laki-laki
yang sholeh”.
Al ‘Aini berkata dalam
“Umdatul Qaari Syarhu Shahih al Bukhori” (20/113): “Pernyataan Anas kepada
putrinya: “Dia lebih baik darimu” adalah dalil dibolehkannya seorang wanita
menawarkan dirinya kepada laki-laki sholeh, memberitahukan kepadanya tentang
keinginan wanita tersebut; karena keshalehan dan keutamaannya atau karena
ilmu dan kemuliaanya atau karena salah satu sifat terpujinya menurut agama,
dan hal itu bukanlah aib baginya, bahkan menunjukkan akan kemuliaannya,
putri Anas melihatnya dari sisi kasat mata dan belum memahami dengan
pemahaman yang mendalam sampai Anas berkata: “dia lebih baik darimu”. Adapun
wanita yang menawarkan dirinya kepada untuk tujuan dunia maka seburuk-buruk
dan nistanya tujuan”.
Baca juga jawaban soal nomor:
20916
Kedua:
Tidak masalah untuk meminta
bantuan kepada orang-orang sholeh dan istiqamah dalam hal pernikahan,
misalnya seorang wanita menawarkan dirinya kepada salah seorang yang sholeh
dan bisa dipercaya untuk menikahkannya, bisa jadi sangat dibutuhkan karena
kebanyakan yang datang mau meminang bukan termasuk laki-laki yang beromitmen
kepada agama, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya:
1.
Orang yang
menjadi perantara tersebut tidak diperkenankan untuk mengetahui sifat-sifat
dari wanita tersebut secara terperinci, namun cukup hanya mengetahui yang
bersifat umum, seperti nasab, usia, jenjang pendidikan, atau pekerjaan.
Adapun sifat-sifatnya, seperti cantik atau tidak, atau yang lainnya maka
sebaiknya dilakukan oleh istri atau saudari perempuan dari perantara
tersebut, untuk menjauhi fitnah.
2.
Bagi yang mau
melamar, setelah mengetahui beberapa sifat-sifatnya agar mendatangi
keluarganya, tidak melakukan komunikasi langsung kepada pihak wanitanya,
demikianlah hukum asalnya, yang akan lebih selamat dan lebih terjaga.
Perantara tersebut hendaknya memilih mengajak yang kemungkinannya bisa
diterima dari wali anda, dengan memperhatikan nasab dan kedudukannya
sosialnya; agar tidak terjadi pengulangan permintaan atau penolakan.
3.
Barang siapa
yang mempunyai keinginan untuk meminang wanita, dibolehkan baginya untuk
melihatnya, baik dengan sepengetahuannya atau tidak, hingga benar-benar mau
meminangnya.
Sebaiknya dia selalu memohon
kepada Allah agar diberikan suami yang sholeh, dan melakukan sholat
isikhoroh sebelum memutuskan untuk menikahinya.
Semoga Allah memberikan
taufiq-Nya kepada kita semua.
Wallahu a’lam
.
