Saya mohon informasi, apakah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam disebutkan dalam Injil? Apakah namanya benar-benar disebutkan atau sekedar isyarat saja? Referensi apa yang dapat digunakan dalam masalah ini. Apakah para penulis dan penerjemah Injil telah melakukan penyimpangan dalam masalah ini?
Alhamdulillah
Allah Taala berfirman dalam Kitabnya:
وإذ قال عيسى ابن مريم يا بني إسرائيل إني
رسول الله إليكم مصدقا لما بين يدي من التوراة ومبشرا برسول يأتي من بعدي اسمه
أحمد فلما جاءهم بالبينات قالوا هذا سحر مبين
(سورة الصف: 6)
“Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani
Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab
sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya)
seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).”
Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang
nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (SQ. As-Shaff: 6)
Allah Ta’ala berfirman ,
الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي
يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر
ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ويضع عنهم إصرهم والأغلال التي كانت
عليهم فالذين آمنوا به وعزروه ونصروه واتبعوا النور الذي أنزل معه أولئك هم
المفلحون
(سورة الأعراف: 157)
“(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang
(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi
mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka
dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik
dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka
beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang
yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang
beruntung.” (SQ. Al-A’raf: 157)
Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi
wa sallam telah disebut dalam kitab Taurat dan Injil, meskipun Yahudi dan
Nashrani mengaku bahwa hal itu tidak ada. Namun firman Allah Ta’ala lebih
baik pembicaraannya dan lebih benar.
Yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya adalah sebagai
berikut:
Pertama: Disebutkan dalam kitab Taurat lembaran kedua
perbaikan, paragraph 18 dan 19, “Wahai Musa, Aku akan utus seorang
Rasul untuk Bani Israil dari sudara mereka seperti engkau, aku jadikan
firmanku padanya dan menyampaikan kepada mereka apa yang diperintahkan
kepadanya. Orang yang tidak menerima ucapan Nabi tersebut yang berbicara
atas namaKu, maka Aku akan menghukumnya dan keturunannya.” Teks ini ada pada
mereka hingga sekarang. Ucapan “Dari saudara mereka”, seandainya Nabi
tersebut dari kalangan mereka, maka Dia akan berkata ‘Aku akan utus seorang
Nabi dari kalian’ akan tetapi Dia berfirman ‘Dari saudara mereka’ maksudnya
adalah dari anak keturunan Ismail.
Kedua: Disebutkan dalam kitab Injil Yohanes perbaikan
keenambelas, paragraph 16-17, “Sesungguhnya yang baik bagi kalian adalah aku
berangkat, karena jika aku tidak berangkat farkalit tidak mendatangi kalian.
Jika aku pergi, akau akan utus dia kepada kalian. Jika datang, maka dia akan
mengecam dunia atas dosa. Aku memiliki firman yang banyak yang akan Aku
sampaikan kepada kalian, akan tetapi kalian tidak dapat menanggungnya. Akan
tetapi, jika telah datang ruhul haq, maka dialah yang akan membimbing kalian
kepada seluruh kebenaran, karena dia tidak berbicara dari dirinya, akan
tetapi dia berbicara sebagaimana yang dia dengar dan menyampaikan kepada
kalian semua apa yang sampai kepadanya.” Kesimpulan ini tidak berlaku
kecuali terhadap Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Ibnu Qayim rahimahullah berkata, “Dikatakan dalam kitab
Taurat dalam lembaran kelima, “Allah datang dari Sinai, lalu tampak dais air
dan di bukit Faran, bersamanya ada bukit-bukit kemenangan di tangan
kanannya.” Ayat ini mengandung tiga kenabian; Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Kedatangannya dari Sinai, dia
merupakan gunung tempat Allah berbicara dengan Nabi Musa serta kabar tentang
kenabiannya. Penampakannya di Sair, dia tempat munculnya Almasih di
Baitulmaqdis, Sair merupakan kampung yang dikenal hingga sekarang. Ini
merupakan kabar gembira bagi kenabian Almasih.
Faran adalah Mekah. Allah menyerupakan kenabian Musa dengan
kedatangan Subuh, sedangkan kenabian Almasih sesudahnya dengan pancaran
cahaya, sedangkan kenabian penutup Nabi dengan meningginya matahari dan
cahayanya yang tampak menerangi ufuk. Dan kenyataannya terjadi demikian
sebagaimana disampaikan secara persis. Karena Allah Ta’ala ingin memecahkan
malam kekufuran dengan Nabi Musa, maka dia meneranginya dengan fajar
kenabian, lalu sinarnya semakin terang dengan kenabian Isa Almasih, dan
cahayanya semakin sempurna dan terbuka menyeluruh bumi dengan kenabian
Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Disebutkannya kenabian yang tiga ini
yang mengandung kabar gembira, sesuai dengan apa yang Allah sebutkan dalam
awal surat,
والتين والزيتون ، وطور سينين ، وهذا البلد
الأمين
“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, Dan
demi kota (Mekah) ini yang aman. “ (SQ. At-Tin: 1-3)
Lihat Hidayatul Hayari, hal. 110, serta apa yang disebutkan
oleh Ibnu Qayim dalam perjanjian lama lembarang kedua perbaikan 33 paragraf
1)
Keempat:
Syekh Abdulmajid Azzandani menyebutkan dalam kitabnya ‘Kabar
gembira kedatangan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam kitab
terdahulu’
Sesungguhnya dalam Injil Barnabas, bab 22, disebutkan di
dalamnya, “Hal ini akan tetap demikian, hingga datang Muhammad Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam
Yang apabila datang, maka dia akan menyingkap penipuan yang
menimpa orang-orang yang beriman kepada syariat Allah.”
Disebutkan dalam lembaran Asy’iya, “Aku jadikan namamu
Muhammad wahai Muhammad, wahai makhluk suci Tuhan, namamu telah ada sejak
dahulu.”
Disebutka dalam lembaran Asyiya, “Aku memberikannya apa yang
tidak Aku berikan kepada selainnya, Ahmad, dipuji Allah dengan pujian yang
baru, akan datang menjadi makhluk paling utama di muka bumi, manusia akan
gembira dengannya, mereka akan bertauhid dengan penuh kemuliaan, mereka akan
mengagungkannya di semua tempat.”
Para ulama telah menyebutkan sejumlah tempat yang di dalamnya
disebutkan nama Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kadang dengan menyebut
namanya secara jelas, kadang dengan menyebut sifatnya yang tidak sesuai
kecuali dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Anda dapat merujuk teks-teks tersebut dalam link berikut;
http://arabic.islamicweb.com/christianity/
Ketahuilah bahwa pada kitab-kitab Injil dan Taurat yang ada
sekarang telah terjadi perubahan. Para sejarawan non muslim pun telah
memastikan hal ini. Akan tetapi, walaupun demikian, kita tetap masih
mendapatkan berita gembira teentang kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam. Syekh Rahmatullah Alhindi telah menyebutkan
Ketahuilah, seseorang
semestinya mempersenjatai dirinya dengan ilmu yang benar dan cukup ketika
akan berdebat dengan orang Nashrani. Karena, walaupun mereka tidak memiliki
argument, hanya saja mereka berusaha menebar syubhat keraguan di tengah
manusia agar mereka menyerah kepadanya dan kebenaran tersembunyi. Allah Maha
menyempurnakan cahayaNya walaupun orang-orang kafir membencinya.
Di antara kitab yang
bermanfaat dalam masalah ini adalah ‘Izharul Haq’ karangan Syekh Rahmatullah
Alhindi, kitab ‘Hidayatul Hayari’ karangan Ibnu Qayim dan sebelumnya
‘Aljawabul Ashshahih’ karangan Ibnu Taimiah.
Wallahua’lam.
