Apakah suami isteri wajib langsung mandi setelah jimak? Apakah boleh ditunda hingga mereka terbangun dari tidur?

Alhamdulillah

Dibolehkan menunda mandi junub hingga waktu Fajar, namun
disunahkan baginya berwudhu sebelum tidur. Ini adalah pendapat jumhur ulama,
imam Nawawi mengatakan bahwa pendapat ini merupakan ijmak (Al-Kafi, 1/73,
Al-Muhazab, 1/33, Al-Mughni, 1/229)

Mereka berdalil dengan hadits Aisyah radhiallahu anha,
muttafaq alaih:

كان رسول الله صلى الله
عليه وسلم إذا أراد أن ينام وهو جنب غسل فرجه وتوضأ وضوءه للصلاة

“Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam, apabila hendak tidur dalam keadaan junub, dia
mencuci kemaluannya, lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat.”

Ibnu Umar
meriwayatkan bahwa Umar radhiallahu anhu berkata, “Wahai Rasulullah,
bolehkah kita tidur jika dalam keadaan junub?” Beliau bersabda, “Ya, jika
dia berwudhu.” (Muttafaq alaih)

Hikmah dari
berwudhu adalah meringankan hadats dan menyegarkan tubuh.

Sedangkan
ulama mazhab Zahiri dan Ibnu Habib dari mazhab Maliki berpendapat
diwajibkannya berwudhu bagi orang yang junub, berdasarkan hadits Ibnu Umar
di atas.

Wallahu
ta’ala a’lam.