Ada selebaran yang teksnya sebagai berikut:


Al-Hamdulillah. Usai meneliti selebaran bohong tersebut, kami memandang sebagai
satu kewajiban untuk memperingatkan tentang hal yang diklaim oleh penulisnya
tentang berbagai kebaikan dan keuntungan yang dapat diperoleh oleh orang yang
menulis ulang dan membagi-bagikan selebaran tersebut; dan berbagai bahaya
bagi orang yang mendustakannya dan enggan membagi-bagikannya. Sungguh tidak
ada dasar kebenaran sama sekali. Bahkan semua itu adalah kebohongan dari kalangan
dajjal dan para pendusta yang ingin memalingkan kaum muslimin dari rasa tawakkal
kepada Rabb mereka Subhanahu wa Ta’ala semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya
dalam mengambil manfaat dan menolak bala, tentu dengan tetap berikhtiyar yang
disyariatkan dan dibolehkan; memalingkan mereka dari tawakkal tersebut kepada
kebiasaan mengambil manfaat dari cara-cara yang batil dan haram serta tidak
disyariatkan, serta berbagai hal yang mengajak bersandar kepada selain Allah,
dan beribadah kepada selain Allah. Tidak diragukan lagi, bahwa itu termasuk
salah satu tipu daya musuh-musuh Islam yang memang ingin memalingkan kaum
muslimin dari agama mereka yang benar dengan segala cara. Maka hendaknya kaum
muslimin mewaspadai tipu daya tersebut dan tidak terpedaya karenanya. Sebagaimana
juga setiap muslim tidak tertipu oleh bentuk selebaran yang tersebut di atas
atau yang sejenisnya yang disebarluaskan pada waktu-waktu berbeda. Sebagian
di antaranya sudah pernah diperingatkan. Seorang muslim juga tidak boleh menulis
selebaran semacam itu lalu menyebarkanya dalam kondisi apapun. Perbuatan semacam
itu justeru merupakan kemunkaran yang menjadi dosa bagi pelakunya, bahkan
dikhawatirkan ia akan mendapatkan balasan dunia dan akhirat. Karena itu termasuk
perbuatan bid’ah, dan perbuatan bid’ah itu adalah kejahatan besar dan dosanya
juga berat sekali.
Selebaran semacam itu termasuk bid’ah yang munkar, termasuk salah satu sarana
perbuatan syirik dan sikap kultus individu terhadap Ahlul Bait atau yang lainnya
dari mereka yang sudah meninggal dunia. Padahal berdoa kepada mereka selain
berdoa kepada Allah, meminta keselamatan dari mereka dan keyakinan bahwa mereka
dapat memberi manfaat dan mudharrat bagi yang berdoa dan memohon keselamatan
kepada mereka adalah kebohongan. Kebohongan semacam itu hanya dilakukan oleh
orang-orang yang tidak beriman kepada tanda-tanda kekuasaan Allah.
Allah berfirman:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang
yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta..”
(An-Nahl : 105)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Barangsiapa yang melakukan hal yang baru dalam melaksanakan ajaran
kami, maka amalannya itu tertolak..”

Kewajiban seluruh kaum muslimin yang memperoleh selebaran semacam itu dan
sejenisnya adalah merobek dan memusnahkannya serta memperingatkan orang banyak
agar menghindarinya, juga agar mereka tidak memperdulikan segala yang tertulis
dalam selebaran tersebut baik berupa janji atau ancaman. Karena semua selebaran
itu adalah kebohongan yang tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali. Tak
ada kebaikan atau keburukan yang berkaitan dengannya. Akan tetapi pelakunya
berdosa karena kebohongannya, demikian juga orang yang telah menulis dan menyebarkannya,
mempropagandakannya dan menyebarkannya di kalangan kaum muslimin. Karena yang
demikian itu termasuk bertolong-tolongan dalam dosa dan permusuhan. Sementara
perbuatan itu telah dilarang dalam ayat-ayat Allah yang jelas. Firman Allah:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah
kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya..”
(Al-Maa-idah
: 2)

Kita memohon kepada Allah agar memberikan keamanan dan keselamatan bagi kaum
muslimin dari segala keburukan. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baiknya Pendamping
menghadapi setiap orang yang menuliskan kebohongan dalam selebaran semacam
itu serta membuat-buat ajaran yang tidak ada dalam syariat Allah. Kita memohon
kepada Allah agar membalas perilaku orang tersebut dengan ganjaran setimpal.
Karena orang itu berani berdusta atas nama Allah dan memasarkan kebohongannya
tersebut, bahkan mengajak orang banyak untuk melakukan sarana kemusyrikan
dan mengkultuskan orang yang sudah mati, serta sibuk melakukan hal yang berbahaya
bukan bermanfaat. Demi menyampaikan nasihat karena Allah kepada para hamba-Nya,
peringatan terhadap perbuatan itupun disampaikan. Semoga shalawat dan salam
terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kepada
sanak saudara dan kepada para Sahabat beliau.