Disana ada syair yang dikatakan oleh Syekh Abdul Qodir Jailani syekhnya toriqah Qodiriyah. Apa pendapat anda tentang syair ini.

Alhamdulillah

Pertama,

Syekh Abdul Qodir Jailany
termasuk adalah seorang ulama’ ahlus Sunnah. Dahulu beliau rahimahullah
orang yang mengikuti (Sunnah) bukan pelaku bid’ah. Dan dalam metode ulama’
salaf. Dimana dalam tulisannya mengajak untuk mengikuti para ulama’ salaf.
Dan menyuruh pengikutnya mengikuti hal itu. Menyuruh untuk meninggalkan
bid’ah dalam agama. Dengan jelas yang menyalahinya dari para mutakallimin
dari kalangan asy’ari dan semisalnya.

Dalam tulisannya terjadi
sedikit kesalahan, tergelincir dan sedikit bid’ah yang tertutupi dengan
lautan keutamaannya. Untuk mengetahuinya beserta penjelasannya sisi salahnya
bisa merujuk kitab ‘Syekh Abdul Qodir Jailani Wa Arouhu Al-I’tiqodiyah Was
Sufiyah) karangan Syekh Doktor Said bin Musfir Al-Qohtony. 440-4766.
Silahkan merujuk soal no. 12932

Kedua:

Para pengikut Syekh Abdul
Qodir Jailani banyak berbohong kepadanya. Menyandarkan kepadanya apa yang
tidak dikatakan dan tidak diredoinya yang berbeda dengan biografi dan
dakwahnya yang mengajak untuk mengikuti salaf dan menjauhi bid’ah.

Telah disebutkan oleh
Syeikhul Islam dalam ‘Majmu Fatawa, (27/127 sebagian kebohongan kemudian
beliau mengatakan, “Tidak diragukan lagi, bahwa Syekh Abdul Qodir tidak
mengatakan hal ini, tidak memerintahkannya. Siapa yang mengatakan seperti
itu, berarti dia telah berbohong kepadanya.” Selesai

Diantara kebohongan yang
mereka sandarkan kepadanya adalah syair (kasidah) ini. Yang kami ketahui
dengan ilmu yakin, Syekh Abdul Qodir berlepas diri darinya.

Lajnah Daimah ditanya tentang
syair itu, dan mereka menjawab, “Qosidah ini menunjukkan bahwa orang yang 
mengatakannya adalah bodoh. Mengaku dirinya dengan dakwaaan yang semuanya
itu kafir dan kesesatan. Dia mengaku bahwa semua ilmu para ulama’ diambil
dari ilmu dan cabangnya. Prilaku hamba sesungguhnya karena dia arahkan dan
tunjuan. Dia mampu menutup neraka Jahim dengan keagungannya. Kalau tidak
didahului dengan zaman Rasul. Dia yang akan menolong kepada para pengikutnya
kalau dia menepatinya. Menyelamatkan dari bencana. Menghidupkan dunia dan
akhirat. Memberi keamanan dari ketakutan. Menghadirkan bersamanya timbangan
pada hari kiamat.

Ini dakwaan bohong tidak
bersumber kecuali dari orang bodoh yang tidak mengetahui kadar dirinya.
Karena sesungguhnya kesempurnaan ilmu Allah saja, bahwa seluruh urusan
akhirat dan seluruh urusan kembali kepada Allah bukan kepada para Malaikat
yang dekat, tidak juga kepada Nabi yang diutus dan tidak kepada salah
seorang dari Kalangan orang sholeh. Allah telah memerintahkan utusan-Nya
padahal dia adalah makhluk yang terbaik agar membacakan kepada umatnya
Firman-Nya:

( قُلْ لا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا
شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنْ الْخَيْرِ
وَمَا مَسَّنِي السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ
يُؤْمِنُونَ ) الأعراف /188

“Katakanlah:
“Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak
kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui
yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak
akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan
pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” QS. Al-A’raf: 188.

Dan firman-Nya:

( قُلْ إِنِّي لا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلا رَشَدًا * قُلْ
إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنْ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ
مُلْتَحَدًا ) الجن /21-22

“Katakanlah:
“Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu
dan tidak (pula) suatu kemanfaatan.  Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali
tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku
tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya.” QS. Jin:
21-22.

Dan Nabi sallallahu alaihi wa
sallam telah diperintahkan untuk menyelamatkan dirinya dari siksaan Allah
dengan beriman kepada-Nya dan beramal dengan syareatnya dan diberitahukan
bahwa tidak ada yang bermanfaat sedikitpun juga meskipun beliau ada orang
yang paling dekat, paling disayang dan yang pertama kali melakukan kebaikan.

Dan Allah memberitahukan
bahwa Adam, Nuh, Ibrohim, Musa dan Isa masing-masing mengatakan pada hari
kiamat diriku-diriku. Bagaimana Syekh toriqoh Qodiriyah  atau makhluk
lainnya mampu menyelamatkan pengikutnya dan melindungi orang yang menepati
janjinya dan menolong serta datang bersamanya ketika menimbang amalannya di
hari kiamat? Bagaimana dia memiliki (kemampuan) dapat menutup pintu neraka
Jahim dengan keagungannya? Sungguh ini adalah kebohongan yang nyata. Dan
kekufuran yang jelas dengan syareat Tuhan seluruh alam. Pemilik Qosidah ini
menambahi berlebih-lebihan sampai melebihi batas kewajaran, akal dan syareat.
Dia menyangka bahwa dahulu dengan cahaya Muhammad sebelum diciptakan. Dahulu
dalam satu tempat berkumpul dengan orang-orang yang dicintainya maksudnya
bersama Jibril dan Muhammad sallallahu alaihimas salam. Bahwa dia bersama
Nuh alaihis salam di kapal. Menyaksikan angin taufan di atas tangan
kekuasaannya. Dia bersama Ibrohim alaihis salam ketika dilemparkan ke api,
bahwa api ini menjadi dingin karena doanya. Bersama Ismail, bahwa tidak
turun kambing kecuali dengan fatwanya. Dia bersama Ya’qub alaihis salam
ketika matanya ditimpa kebutaan bahwa kedua matanya tidak sembuh kecuali
dengan ludahnya. Bahwa dia yang mendudukkan Idris alaihis salam di surga
Firdaus. Bersama Musa alaihis salam ketika bermunajat kepada Tuhannya. Bahwa
tongkat Musa bersandar dengan tongkatnya. Dia bersama Isa di buaian. Dia
yang memberi Dawud suara nan merdu dalam membaca. Bahkan ada yang lebih
jelek dari hal itu, tiga bait dari Qosidahya yang paling tegas adalah
ungkapan:

أنا الواحد الفرد الكبير بذاته * * * أنا الواصف الموصوف شيخ
الطريقة

Saya adalah satu dan esa yang
terbesar dengan dzatnya *** saya yang memberi sifat dan disifati sebagai
syekh Toriqohnya

Maha Tinggi Allah dari hal
itu yang Maha Tinggi sekali, kekufuran apa lagi setelah kafir seperti ini,
kami berlindung kepada Allah?

Wahai saudara yang bertanya,
cukup bagi anda kejelekan dari mendengarkannya. Cukup bagi anda perincian
sejarah dan biografi Qodiriyah dari Qosidah Syekh kelompok ini dari
kedustaan, kekufuran dan melampaui batas. Bersungguh-sungguhlah dalam
mencari kebenaran dari Kitabullah ta’ala dan Sunnah Rasul-Nya sallallahu
alaihi wa sallam. Dan penjelasan dari para ulama’ salaf dari kalangan para
shahabat dan para pengikut Kitab dan Sunnah Nabawiyah yang shoheh. Dengan
keyakinan kita bahwa Syekh Abdul Qodir Jailani yang disandarkan kepadanya
kelompok ini berlepas diri dari Qosidah sebagaimana berlepas diri srigala
dari darah anak Ya’qub. Beserta pengikutnya yang seringkali berbohong dan
disandarkan kepadanya, padahal ia bebas dari tuduhan itu. Wabilahit taufiq.

Wallahua’lam.