Apakah hukumnya bayi tabung?
Alhamdulillah, persoalan ini telah dibahas tuntas oleh majelis Mujamma’ Fiqih
Islami. Majelis menetapkan sebagai berikut:
Pertama: Lima perkara berikut ini diharamkan dan terlarang sama sekali,
karena dapat mengakibatkan percampuran nasab dan hilangnya hak orang tua serta
perkara-perkara lain yang dikecam oleh syariat.
Sperma yang diambil dari pihak lelaki disemaikan kepada indung telur pihak
wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
Indung telur yang diambil dari pihak wanita disemaikan kepada sperma yang
diambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam
rahim si wanita.
Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari sepasang
suami istri, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim wanita lain yang bersedia
mengandung persemaian benih mereka tersebut.
Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita
lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri.
Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang
suami dan istrinya, kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain.
Kedua: Dua perkara berikut ini boleh dilakukan jika memang sangat
dibutuhkan dan setelah memastikan keamanan dan keselamatan yang harus dilakukan,
sebagai berikut:
Sperma tersebut diambil dari si suami dan indung telurnya diambil dari
istrinya kemudian disemaikan dan dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.
Sperma si suami diambil kemudian di suntikkan ke dalam saluran rahim istrinya
atau langsung ke dalam rahim istrinya untuk disemaikan.
Secara umum beberapa perkara yang sangat perlu diperhatikan dalam masalah
ini adalah aurat vital si wanita harus tetap terjaga (tertutup) demikian
juga kemungkinan kegagalan proses operasi persemaian sperma dan indung telur
itu sangat perlu diperhitungkan. Demikian pula perlu diantisipasi kemungkinan
terjadinya pelanggaran amanah dari orang-orang yang lemah iman di rumah-rumah
sakit yang dengan sengaja mengganti sperma ataupun indung telur supaya operasi
tersebut berhasil demi mendapatkan materi dunia.
Oleh sebab itu dalam melakukannya perlu kewaspadaan yang ekstra ketat. Wallahu
a’lam.
