Di salah satu sekolah setingkat SMA yang dimiliki oleh lembaga kristen, setiap malam dilakukan suatu kajian atau telaah dimana antara siswa nasrani dan siswa Muslim saling bergantian membaca lembaran dan penggalan dari injil dan Al- Qur’an, dan ketika tiba giliran siswa Muslim yang membaca Al-Qur’an; semisal dia membaca surat al- Fatihah atau surat An Naas atau surat al Falaq dan seterusnya.. Sehingga tatkala dia selesai membaca surat dari Al-Qur’an, maka semua yang hadir mengucapkan “Amin” padahal disana banyak siswa-siswa nasrani , maka bagaimana hukumnya apabila ditinjau dari Syari’at tentang hala ini ??

Ahamdulillah.

Patut untuk kita ketahui sesungguhnya
mengingkari yahudi dan nashrani, membuang jauh-jauh apa yang ada pada mereka
dari ideologi-ideologi yang batil dan sesat, menjadikan mereka musuh karena
Allah, tidak menjadikan mereka sebagai wali atau pemimpin adalah merupakan
tonggak dasar dari agama kita yang lurus, dan merupakan kebulatan tekat
serta konsekwensi dari aqidah kita yang suci, Allah Ta’ala berfirman :

                     (
يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
إِنْ تُطِيعُوا فَرِيقًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُمْ
بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ)

Wahai orang-orang yang beriman ! jika kalian
mengikuti dari sebagian dari orang  yang diberi al kitab, niscaya mereka
akan mengembalikan kalian menjadi kafir setelah beriman. ( Ali Imran : 100
).


وقال تعالى : ( يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى
أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ
فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ )
المائدة51

Allah Ta’ala berfirman :

Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian
menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin kalian,
sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa
diantara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Allah
tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang dzalim.
( Al –Maidah :51 ).


وقال سبحانه : (
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا
دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ
قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ ) المائدة/ 57

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman janganlah
kalian menjadikan ( pemimpin kalian ), mereka orang-orang yang yang membuat
agama kalian jadi buah ejekan dan permainan, yaitu diantara mereka
orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kalian, dan kalian orang-orang
kafir ( orang-orang musyrik ). Dan bertakwalah kepada Allah jika kalian
benar-benar orang yang beriman. ( Al-Maidah : 57).

Mereka mengingingkan kalau sekiranya kita meninggalkan agama
kita ke agama mereka. Bahkan mereka tidak rela lebih rendah dari itu. 

قال تعالى : ( وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ
أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا
حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ )
البقرة/ 109 .

Allah Ta’ala berfirman :

Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar
mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman,
karena kedengkian yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi
mereka kebenaran.(SQ.  Al-Baqarah
: 109 ).


البقرة : 120(
وَلَنْ تَرْضَى
عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِع مِلَّتَهُم)

“Orang-orang Yahudi dan
Nasrani tidak akan ridlo kepada kalian hingga kalian mengikuti agama mereka.
(SQ. Al-
Baqarah : 120 ). 

Oleh sebab itu sungguh Allah Ta’ala telah
memerintahkan kita untuk mengingkari mereka dan menjadikan mereka sebagai
musuh serta tidak menjadikan mereka sebagai pemimpin, bahkan memerintahkan
kita untuk memerangi mereka, berjihad menyeru pada mereka hingga mereka
beriman kepada Allah semata, meninggalkan segala bentuk kekufuran dan
kesesatan yang mereka perbuat atau bahkan membayar jizyah ( upeti ) kepada
mereka sebagai bentuk ketundukan dan takluk pada mereka, Allah Ta’ala
berfirman : 

( قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا
يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا
حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ
أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ )
التوبة/ 29 .

Perangilah mereka orang-orang yang tidak
beriman kepada Allah dan dan tidak pula kepada hari akhir, dan mereka tidak
mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak
beragama dengan agama yang yang benar ( agama Allah ), yaitu orang-orang
yang diberikan Al Kitab kepada mereka , sampai mereka membayar jizyah dengan
rasa patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. ( At- Taubah : 29 ).


وقال الله تعالى :
( إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي
شَيْءٍ ) الأنعام/159

Allah Ta’ala berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah
agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada
sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka ( kelak diakhirat). SQ. Al
An’aam : 159.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah  berkata :
“Yang demikian itu mengandung konsekwensi untuk berlepas diri dari segala
sesuatu di semua sektor, dan barang siapa mengikuti yang lainnya di sebagian
perkara-perkaranya maka dia termasuk dari golongan tersebut dalam perkara
tadi, seseorang berkata : aku bukan termasuk dalam urusan ini sedikitpun,
yang berarti aku tidak ikut serta dalam perkaranya sedikitpun, bahkan saya
sama sekali tidak terlibat dari semua perkara dan urusan-urusannya. Dan
apabila Allah telah menjamin akan ketidak terlibatan Rasul-Nya Shallallahu
Alaihi Wasallam dari semua perkara-perkara mereka, maka barang siapa yang
mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam secara nyata dan penuh
kebenaran, berarti dia telah berlepas diri dari segala perilaku mereka
sebagaimana berlepas dirinya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari
mereka, dan barang siapa yang sepakat dengan segala perkara mereka berarti
dia telah menyalahi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sejauh mana dia
sepakat dengan mereka”. Dari kitab “Iqtidlo’ As Shirat Al Mustaqiem” (
halaman : 46-47 ).

Dan sesungguhnya diantara sarana-sarana
Yahudi dan Nasrani yang menyesatkan dan tipu muslihat yang mereka upayakan
untuk menyesatkan generasi Islam adalah dengan mengembangkan sekolah-sekolah
missionaris ini yang mereka membukanya baik di negara mereka maupun di
negara Islam, dan mereka sangat berharap kaum Muslimin menyekolahkan
anak-anak mereka di sekolah – milik mereka, kemudian mereka menembus melalui
Aqidah mereka dan mulai mengkaburkan serta menyelewengkannya dari kebenaran,
dan mengajarkan kepada mereka bahwasannya mereka semua adalah sama yaitu
penganut kitab-kitab samawi, dan sesungguhnya Muhammad Shallallahu Alihi
Wasallam turun dengan Al Qur’an dan agama Islam sedang Isa Shallallahu
Alaihi Wasallam turun dengan membawa Injil dan ajaran Nasrani, maka
sesungguhnya tidak ada perbedaan antara Muhammad dan Isa, sehingga tidak ada
pula perbedaan antara mengikuti ajaran yang ini dan ajaran yang itu.

Para Ulama’Al- Lajnah Ad-Daimah Lilifta’
mengatakan :

“Diantara sarana-sarana para Missionaris
adalah : menebar faham nasrani lewat jalur pendidikan dan yang demikian itu
adakalanya dengan membangun sekolah dan universitas kristen secara
terang-terangan, atau membuka lembaga-lembaga pendidikan yang secara dhohir
dan kasat mata memang murni pendidikan akan tetapi secara terselubung di
dalamnya ditanamkan faham dan tipu muslihat nasrani; yang menjadikan banyak
kalangan kaum Muslimin yang menyekolahkan anak-anak mereka di
sekolah-sekolah tersebut dengan dalih ingin mempelajari bahasa asing atau
mata pelajaran spesialis yang lain, setelah itu tidak peduli dengan durasi
jam pelajaran dan kesempatan kaum muslimin yang diberikan kepada orang-orang
nasrani padahal anak-anak muslim ini masih usia belia dan belum stabil pola
pikir mereka, dan hal ini yang dimanfaatkan kaum missionaris dengan meyerang
melalui hati anak-anak tersebut, sekiranya anak-anak seusia mereka, alam
pikiran mereka masih sangat mudah menerima dan mentransformasi apa saja,
dari siapa saja, dan sungguh banyak kejadian yang menunjukkan bahwa sisi
kesehatan dan pendidikan secara khusus keduanya dijadikan sarana yang paling
penting sekaligus membahayakan untuk merealisasikan penetrasi pemahan
nasrani ke dalam hati dan akal umat manusia”. Demikian yang bisa disampaikan
dengan ada sedikit tambahan dan peringkasan, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah (
12/302-305 ).

Allah Ta’ala telah melarang kita berkumpul
dan berhubungan dengan kaum kafir yang mereka mengingkari Hujjah dan
Ayat-Ayat Allah serta memperolok-olokkannya sehingga mereka memasuki
pembicaraan yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’alabnerfirman :

( وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي
الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا
وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ
غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ
وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا ) النساء/ 140.

Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada
kalian didalam Al Qur’an bahwa apabila kalian mendengar ayat-ayat Allah
diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah
kalian duduk-duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang
lain. Karena sesungguhnya jika kalian berbuat yang demikian tentulah kalian
serupa dengan mereka, sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang
munafik dan orang-orang kafir didalam neraka  jahannam. An Nisaa’/140.


وقال تعالى (
وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ
حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ
فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ) الأنعام/ 68

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : Dan
apabila kamu melihat orang-orang yang memperolok-olokkan ayat-ayat kami,
maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang
lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka
janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim sesudah teringat (akan
larangan ini). SQ.
Al An’aam/68.

Maka apabila siswa Muslim duduk bersama
dengan siswa nasrani, lalu siswa nasrani membaca dari kitab mereka yang
telah dirobah dan dikaburkan yang didalamnya terkandung kekufuran dan
kesesatan kemudian siswa Muslim mendengarkan dengan seksama dan merasa
tentram dengan bacaan mereka dan ridlo dengan apa yang telah ia dengarkan
dan tidak berusaha untuk mengingkarinya, maka hal ini merupakan kesesatan
yang teramat besar, dan termasuk orang yang ridlo dengan kekufuran karena
tidak mengingkarinya. Dan hendaklah para wali murid anak-anak Islam ini
menyadari bahwa sesungguhnya sekolah-sekolah missionaris kristen ini akan
membentuk bahaya terbesar pada Aqidah anak-anak mereka; yang demikian itu
karena sesungguhnya sekolah-sekolah ini digagas untuk memerangi Islam dan
berusaha untuk menyesatkan anak-anak kaum Muslimin, dan di dalamnya terdapat
program-program yang keseluruhan macamnya sarat dengan konspirasi dan tipu
daya bagi Aqidah Islam, dan diantara program-programnya :

–         
Menanamkan dan menumbuhkan
dalam pribadi siswa cinta kepada nasrani, dan dikaburkan bahwasannya agama
nasrani adalah agama samawi yang benar sebagaimana agama Islam.

–         
Menghancurkan aqidah al Wala’
dan al Baraa’dalam pribadi anak-anak Islam, dan mendidik mereka bahwa
sesungguhnya antara kaum Muslimin dan nasrani adalah bersaudara tidak ada
perselisihan dan permusuhan diantara mereka.

–         
Mengajarkan kepada siswa
bahwasannya Al Qur’an dan injil yang telah dirobah adalah dua kitab suci
yang datangnya dari Allah, Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad dan
Injil diturunkan kepada saudaranya yaitu Isa.

–         
Menyusupkan keragu-raguan
terhadap ayat-ayat Al Qur’an Al Karim, dan mengubah makna pengertiannya
serta menta’wilkan firman Allah dengan penta’wilan yang bathil.

–         
Menghilangkan
penghalang antara Muslim dan nasrani dengan mengatakan semua adalah saudara,
perbedaan dalam agama tidak mengharuskan bertentangan dalam persaudaraan
bahkan saling bersinergi satu sama lain.

–         
Menebar keragu-raguan terhadap
Sunnah Nabi dan Sejarah Nabi dengan mencela dan memfitnah apa yang dibawa
oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

–         
Membunuh ruh jihad dalam benak
dan jiwa generasi Islam, dan menghancurkan keberanian mereka secara permanen.

–         
Melakukan upaya untuk
melemahkan hubungan antara sesama Muslim dengan saudaranya Muslim yang lain,
dan sesungguhnya hubungan antara kaum Muslimin dan nasrani bisa jadi lebih
erat dan lebih kuat.

–         
Berupaya dan berusaha mencampur
adukkan antara Aqidah Islamiyyah dengan ideologi keristen yang jelas-jelas
syirik dan diliputi kekafiran.

–         
Berusaha mengganti hukum-hukum
Allah dan merobah syari’at Islam, dengan mengatakan tidak jadi masalah dan
diperbolehkan lelaki nasrani menikah dengan seorang Muslimah dan tidak ada
halangan untuk berpindah agama.

–         
Menampilkan dan mengenalkan
ahlus Sunnah yang mereka senantiasa berpegang teguh dan konsisten terhadap
agama Allah dengan performa teroris, haus darah, suka membunuh dan
menebarkan peperangan serta memerangi negara-negara lain dengan membunuhi
penduduk yang aman dan tidak berdosa.

Maka wajib berhati-hati terhadap yayasan dan
lembaga-lembaga missionaris tersebut, dan jangan sampai ada toleransi lagi
bagi anak-anak kaum Muslimin untuk melanjutkan studi ke
lembaga-lembaga mereka. Ringkas pembicaraan :

Sesungguhnya gambaran yang dipaparkan dalam
pertanyaan merupakan bentuk kemungkaran yang bertentangan dengan Aqidah kaum
Muslimin, meskipun kaum Muslimin merasa aman atas injilnya kaum nasrani atau
kaum nasrani merasa aman terhadap Al Qur’an milik orang Islam; karena dengan
adanya perkumpulan semacam ini dan satu sama lain saling merasa aman, akan
memberikan pemahaman bahwa sesungguhnya antara Islam dan Nasrani tidak ada
perbedaan, dan sesungguhnya antara kaum Muslimin dan Nasrani adalah
bersaudara saling mencintai diantara mereka, dan hal ini sama persis dengan
prinsip penyamaran agama atau yang mendekati itu, yang pihak Barat
senantiasa berusaha menanamkan ke dalam jiwa kaum Muslimin semenjak dahulu
kala, agar mereka keluar dari agama dan keyakinan mereka, dan meninggalkan
mereka dengan tanpa sesuatu apapun yang mereka bisa berpegang teguh
dengannya. Dan bisa dilihat jawaban soal nomer (145352)
nomer (10232) dan nomer (10213).

Wallahu Ta’ala  A’lam.