Saya mengalami gangguan was-was dan membutuhkan penjelasan. Mulanya saya mengeluh sakit migren (sakit separuh kepala), lalu saya mencoba pengobatan kedokteran, dan bertanya kalau saya mengeluh dari masalah kelenjar gondok. Alhamdulillah, saya tidak mengalami sakit apapun. Seseorang memberitahukan kepadaku agar minum ‘Air Yasin’ mungkin dapat membantu untuk penyembuhan. Akan tetapi terus terang saya sangat stress dan putus asa. Saya selalu berdoa kepada Allah Azza Wajalla agar meringankan beban diriku. Apa pendapat anda tentang masalah ini? Dan bagaimana seseorang keluar dari perasaan semacam ini?
Alhamdulillah
Sebelum penjelasan hukum agama, kami
nasehatkan anda untuk menghadapi rasa sakit dan melewati cobaan dengan baik
sebagaimana seharusnya orang mukmin menghadapinya, dengan sabar dalam
kesusahan dengan tidak menghiraukannya dan segera melakukan kesibukan yang
melupakan disertai mencari jalan pengobatan dengan jalan tenang, sabar tanpa
kenal lelah dan menyerah. Jangan sampai stres karena kegagalan sebagaimana
jangan mundur karena lambatnya pertolongan. Hanya milik Allah Azza Wajlla
segala sesuatu, semua urusan ada hikmahnya.
Setiap orang di dunia ini, seyogyanya
mempersiapkan dirinya untuk menanggung ujian dan menghadapi berbagai macam
cobaan. Hal itu merupkan urusan dunia yang akan punah yang telah
ditakdirkan. Allah Ta’ala Azza Wallah berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ
مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ
الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
.
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا
لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
. أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ
الْمُهْتَدُونَ (سورة
البقرة:
155-157)
“Dan
sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila
ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi
raaji’uun’ Mereka itulah yang mendapat keberkatan
yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang
yang mendapat petunjuk.” (QS.
Al-Baqarah: 155-157)
Seorang mukmin senantiasa mengingat rahmat
Allah Azza Wa Jalla, tidak putus asa menggapai kemurahan Tuhannya Subhanahu
wa ta’ala untuk mendapatkan kesembuhan dan terkabul doanya meskipun selang
beberapa waktu. Di sisi lain, hendaknya dia juga memperhatikan sekitarnya
bencana yang dialami manusia, di antara mereka ada yang fakir, tidak
mendapatkan sesuap nasi, ada yang sakit mematikan dan merasakan sakit setiap
saat, ada yang terlunta-lunta, tertawan dan disiksa, ada yang dicoba dengan
keluarga dan anaknya, ada yang takut di negaranya, dan berbagai berbagai
macam cobaan tiada berakhir. Barangsiapa yang memperhatikan hal itu, maka
tidak dapat lari dari kesabaran.
Kesabaran dengan (penuh) kerelaan itu lebih
utama dibandingkan kesabaran dengan ketidakpuasan. Sabar inilah yang akan
dicatat oleh Allah pahala dan balasan. Kalau para Rasul dan Para Nabi –
padahal mereka adalah makhluk yang paling mulia dan paling dicintai Allah
Azza Wa Jalla –medapatkan ujian, kesakitan yang berkepanjangan, namun hal
itu tidak menyebabkan mereka putus asa dan terputus dari rahmat Allah.
Nabi Nuh alaissalam mendakwahkan kaumnya
seribu tahun kurang lima puluh tahun, sementara (kaumnya) menuduh dan
memeranginya. Ya’qub dan Yusuf ‘alaihimas salam berpisah (dengan Nabi Yusuf,
putera kesayangan) bertahun-tahun hingga matanya buta. Musa ‘Alaihis salam
dikeluarkan dari tanah airnya dan terusir dalam kondisi ketakutan dan
melihat kondisi. Zakariyah dan Yahya ‘Alaihimas salam keduanya dibunuh oleh
Bani Israel. Isa ‘Alais salam kaumnya ingin menyalibnya, akan tetapi Allah
telah angkat (ke langit). Muhammad sallallah’alaihi wa sallam terusir
kaumnya dari tanah airnya, dihina, dihardik dan ingin dibunuh. Daftarnya
melebihi dari itu semua. Barangsiapa yang ingin mengenal (lebih jauh) maka
buka dan lihatlah Kitabullah Ta’ala. Dan hendaklah merasakan makna ayat-ayat
yang dibacanya, maka akan anda dapati sebaik-baik hiburan.
Maka kita selayaknya –sebagai hamba yang
lemah- tidak tergesa-gesa mengatasi kesusahan. Hendaknya kita menunaikan
kewajiban kita dengan kesabaran dan penuh kerelaan. Serta menyerahkan
ketentuan kepada Allah Azza Wa Jalla. Karena Dia Maha Bijaksana yang
mengatur seluruh urusan dunia sesuai dengan keinginan-Nya. Kesemuanya itu
tidak menghalangi untuk meminta bantuan dengan Ruqyah Syar’iyyah bisa jadi
Allah tulis sarana itu sebagai jalan kesembuhan.
Karena Allah Azza Wajallah berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ
شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلا خَسَارًا
(سورة الإسراء)
“Dan
Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada
orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS.
Al-Isra: 82)
Al-Allamah Muhammad AL-Amin As-Syinqity
rahimahullah berkata:
“Hal ini mencakup penyembuhan penyakit hati,
seperti ragu-ragu, nifaq dan selain itu. Juga merupakan obat untuk badan
kalau diruqyah dengannya. Sebagaiamana kisah seseorang yang terkena bisa dan
diruqyah dengan Al-Fatihah. Kisah ini terdapat dalam kitab shaheh terkenal.’
(Tafsir Adhwaul bayan, 3/253)
Akan tetapi pengkhususan ayat atau surat
tertentu seperti surat Yasin, untuk pengobatan penyakit tertentu, ditambah
penentuan bilangan dan waktu tertentu untuk membaca ayat dan surat ini.
Kesemuanya itu tidak ada sedikit pun landasannya dalam sunnah nabawiyah,
tidak ada dalil syar’i yang mendukungnya, bahkan dikhawatirkan pelakunya
terjerumus dalam bid’ah.
Penjelasan tentang hal ini telah dijelaskan
dalam website kami di jawaban no.
123155. Adapun orang yang meminum air yang telah dibacakan surat yasin,
pada sebagian waktu, tanpa ada keyakinan tertentu dari sisi agama, maka hal
itu tidak mengapa. Meskipun ruqyah itu lebih utama kalau yang ada ketetapan
dalil agama. Seperti bacaan surat Al-Fatihah pada air, dua surat
Al-Mua’widzatain (surat Al-Falaq dan AN-Nas), ayat kursi dan semisal itu
yang telah ada penjelasannya di website kami pada bab ‘ruqyah’ di antaranya
jawaban no. 3476.
Juga telah dijelaskan dalam website kami
berbagai jawaban yang memberikan saran sebagian sarana pengobatan ragu-ragu
dan perasaan was-was yang seringkali melintas di pikiran dan tidak dapat
dihindari. Silakan merujuk di nomor berikut ini,
62839,
102851,
107150.
Wallahu’lam
.
