Saya seorang pemuda yang taat beragama, saya belajar di universitas luar negeri, apakah saya boleh menelpon ibu saya untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya ?, saya mengetahui bahwa tidak dibolehkan merayakan ulang tahun seperti ini, saya alhamdulillah sangat berbakti kepada ibu saya, namun ibu saya sangat jauh dari agama, saya tidak ingin beliau semakin jauh dari agama karena prilaku saya ?, maka apa nasehat anda kepada saya ?

Alhamdulillah

Seseorang merayakan hari
kelahirannya termasuk bid`ah yang mulai merasuk kepada umat Islam yang
berasal dari negara-negara barat, merayakan ulang tahun tersebut menyerupai
mereka orang-orang kafir. Untuk penjelasan lebih lanjut bisa dibaca pada
jawaban soal nomor: 1027.

Pengucapan selamat ulang
tahun kepada orang lain merupakan bagian dari keikutsertaan dan membantu
menyebarkan bid`ah tersebut dan menyerupai orang-orang kafir.

Allah –Ta’ala- berfirman:

( وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا
عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ
الْعِقَابِ
)

المائدة /2

“Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah,
sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (QS. Al Maidah: 2)

Mentaati kedua orang tua
meskipun termasuk kewajiban yang dikuatkan, hanya saja tidak berlaku jika
untuk bermaksiat kepada Allah.

Allah –Ta’ala- berfirman:

( وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ
بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ
فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ) لقمان / 15
.

“Dan jika keduanya memaksamu
untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu
tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah
keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali
kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu
apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. Luqman: 15)

Syeikh Abdurrahman as Sa’di
–rahimahullah- berkata:

“(وإن
جاهداك)  yaitu;
kedua orang tuamu memaksamu,

(على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما)
, dan jangan anda kira bahwa hal ini masuk dalam kategori berbakti kepada
keduanya; karena hak Allah lebih didahulukan dari pada hak siapapun dan
tidak ada ketaatan kepada makhluk jika untuk berbuat durhaka kepada sang
Maha Pencipta”.

Redaksi ayat tidak
menyebutkan:

وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فعقهما
(Dan jika
keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, maka telah berbuat durhaka kepada keduanya), akan
tetapi ayatnya berbunyi:

(فلا تطعهما)
janganlah kamu mentaati keduanya dalam hal kesyirikan, adapun baktimu tetap
lanjutkanlah, oleh karenanya dilanjutkan:

وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ))
dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, namun jika mereka berdua
sedang berbuat kekufuran dan maksiat, maka janganlah kamu mengikuti
keduanya”. (Taisir Karim Rahman fi Tafsir Kalam Mannan: 648)

Dalam rangka untuk mengikuti
petunjuk al Qur’an tersebut, anda wajib menjelaskan kepada ibu anda dengan
penuh etika mengenai sebab tidak memberikan selamat ulang tahun pada hari
kelahirannya, anda juga berusaha terus untuk berbakti kepadanya namun tidak
dalam bermaksiat kepada Allah. Di antara bentuk bakti anda kepada ibu anda
adalah dengan berusaha untuk mengajaknya untuk berkomitmen kepada syari`at
Allah –Ta’ala-, perbanyaklah berdoa untuknya agar mendapatkan hidayah,
kemudian sentuh hatinya dengan hadiah, bakti, kebaikan dan silaturrahim
secara berkala sesuai kemampuan anda.

Untuk penjelasan lanjutan
bisa dibaca fatwa nomor: 26804.

Wallahu a’lam.