Apa hukum merayakan berlalunya satu atau dua tahun atau lebih atau kurang dari dua tahun dari kelahiran seseorang yang biasa disebut ulang tahun atau meniup lilin. Dan apa hukumnya menghadiri pesta perayaan ini. Apakah bila seseorang diundang pada acara tersebut wajib menghadirinya ataukah tidak. Berilah kami jawaban. Dan semoga Allah memberi pahala bagi Anda.
Alhamdulillah. Dalil-dalil syariat dari kitab dan sunnah menunjukkan bahwa
perayaan hari ulang tahun termasuk bid’ah yang diada-adakan dalam agama yang
tidak ada asalnya dalam syariat yang suci dan tidak boleh memenuhi undangan
tersebut karena hal itu berarti mendukung dan mendorong kepada kebid’ahan dan
Allah Ta’ala berfirman:
“Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang menetapkan syariat
bagi mereka berupa agama yang tidak diizinkan oleh Allah.”
Dan firman Allah:
“Kemudian Kami jadikan kamu di atas syariat dari urusan itu maka ikutilah
syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.
Sesungguhnya mereka tidak akan dapat menolak dari kamu dari siksa Allah sedikitpun.
Dan sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu sebagian mereka menjadi penolong
bagi sebagian yang lain. Dan Allah adalah Pelindung bagi orang-orang yang bertaqwa.”
(Q.S Al Jatsiyah : 18).
Dan Allah berfirman:
“Ikutilah olehmu apa-apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu. Dan
janganlah kamu mengikuti penolong lain selain-Nya. Sedikit sekali di antaramu
yang mengambil pelajaran.”
Ada hadits yang shahih dari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa sesungguhnya
beliau bersabda:
“Barangsiapa yang mengamalkan satu amalan yang tidak ada perintahnya
dari kami maka dia tertolak.”
Dikeluarkan oleh Muslim di dalam shahihnya.
Dalam hadits lain beliau bersabda:
“Sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah dan sebaik baik petunjuk adalah
petunjuk Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam . Dan sejelek-jelek urusan adalah
hal yang diada-adakan dan setiap kebid’ahan adalah sesat.”
Hadits-hadits yang semakna dengan ini sangat banyak.
Kemudian perayaan ini selain bid’ah munkaroh yang tidak ada asalnya dari syariat
juga di dalamnya terkandung tasyabbuh (menyerupai) dengan Yahudi dan Nashara
tentang peringatan hari lahir. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam telah
bersabda mewanti-wanti dari sunnah dan jalan hidup mereka:
“Kalian pasti akan mengikuti sunnah orang-orang sebelum kalian sejengkal
demi sejengkal sehingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak pun pasti kalian
akan memasukinya.” Mereka bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah mereka
itu Yahudi dan Nashara ?” Beliau menjawab: “Siapa lagi ?” Dikeluarkan
oleh Bukhari Muslim daalam Shahihain.
Dan makna ” Siapa lagi ?” artinya merekalah orang-orang yang
dimaksud dengan perkataan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam ini. Beliau Shalallahu
‘Alaihi Wasallam pun bersabda:
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu.”
