Berapakah kadar zakat fitrah? Bolehkah membayar zakat fitrah setelah shalat Id? Dan bolehkah membayar zakat fitrah dengan uang?
Alhamdulillah
Diriwayatkan bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah atas kaum muslim
sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum. Beliau menyuruh
mengeluarkannya sebelum orang-orang berangkat melaksanakan shalat Id. Di
dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim terdapat hadis riwayat
Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut:
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : كنا نعطيها في زمن النبي
صلى الله عليه وسلم صاعاً من طعام ، أو صاعاً من تمر أو صاعاً من شعير أو صاعا
من أقط أو صاعا من زبيب
Diriwayatkan dari Abi Sa’id
al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Di masa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami membayar zakat berupa satu sha’
makanan, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ gandum, satu
sha’ keju, atau satu sha’ anggur kering.
Sekelompok ulama menafsirkan
kata ‘Makanan’ dalam hadis ini dengan gandum. Sementara yang lain
menafsirkannya dengan ‘makanan yang biasa dikonsumsi penduduk suatu negeri’
apapun jenisnya, baik gandum maupun jagung dan sebagainya. Inilah penafsiran
yang lebih benar. Karena zakat tujuannya adalah hiburan yang diberikan
orang-orang kaya terhadap orang-orang fakir miskin. Dan tidaklah seorang
muslim wajib menghibur orang miskin dengan selain makanan pokok negerinya
sendiri. Kadar yang wajib dari semua jenis makanan pokok itu adalah satu
sha’ (satu gantang), yaitu empat hafanat (genggaman penuh dua
tangan). Bila ditimbang maka beratnya sekitar 3 kilogram. Bila seorang
muslim membayar zakat fitrah dengan beras atau makanan pokok negerinya yang
lain, maka ia akan mendapatkan pahala.
Waktu awal pembayaran zakat
fitrah ini adalah malam ke-28 bulan Ramadhan. Karena para sahabat Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam membayarkan zakat fitrah mereka satu atau
dua hari sebelum shalat Id. Sedangkan satu bulan kadang harinya berjumlah 29
hari, kadang 30 hari.
Waktu terakhir pembayaran
zakat fitrah ini adalah shalat Id. Dengan demikian, tidak boleh menangguhkan
pembayaran zakat fitrah hingga sesudah shalat Id. Hal ini berdasarkan
riwayat Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma berikut:
أن
النبي صلى الله عليه وسلم قال : (من أداها قبل الصلاة فهي زكاة مقبولة ، ومن
أداها بعد الصلاة فهي صدقة من الصدقات) رواه أبو داود .
Bahwa Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallama bersabda, “Siapa yang menunaikannya sebelum shalat
Id, maka ia menjadi zakat yang diterima. Dan siapa yang menunaikannya
setelah shalat Id, maka ia menjadi salah satu sedekah sunah saja.” (HR. Abu
Daud).
Menurut Jumhur ulama, tidak
boleh mengeluarkan zakat fitrah berupa uang yang senilai dengan kadar zakat
tersebut. Pendapat ini paling kuat dalilnya. Yang wajib adalah membayar
zakat fitrah berupa makanan. Sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, serta mayoritas umat. Semoga
Allah swt. membimbing kita semua dalam memahami agama-Nya dan konsisten
dalam menjalankannya. Dan semoga shalawat dan salam terhaturkan kepada Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan para sahabatnya.
Syeikh Ibnu Baz rahimahullah..
