Kenapa disunnahkan kepada kita 12 takbir pada setiap kali shalat id sebelum membaca surat al Fatihah, apa hikmah takbir tersebut? Apa arti dibalik perbedaannya dengan shalat fardhu?

Alhamdulillah

Hukum asal dari ibadah adalah tauqifi (paten) hak Allah yang
menetukan. Hendaknya kita beribadah sesuai dengan perintah Allah –subhanahu
wa ta’ala- dan Rasul-Nya –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, baik kita
mengetahui hikmahnya atau tidak, khususnya tata cara shalat, puasa dan haji
tidak ada ruang bagi akal untuk memahaminya. Termasuk dalam hal ini apa yang
disyari’atkan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- kepada kita
enam atau tujuh takbir setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca al
Fatihah pada raka’at pertama. Dan lima takbir sebelum membaca al Fatihah
pada raka’at kedua dari shalat id.

Wajib bagi kita untuk beriman dengan syari’ah Allah
–subhanahu wa ta’ala- dan Rasul-Nya –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, kita
berserah diri sepenuhnya, mendengar dan mentaatinya; karena hukum dasarnya
adalah untuk beribadah bukan untuk dicari sebabnya.

Seorang hamba tidak berhak memasuki urusan yang menjadi hak
prerogatif Allah –subhanahu wa ta’ala- untuk menentukan ibadah,
macam-macamnya, dan tata caranya. Dan tidak boleh dipertanyakan untuk apa
syari’at ini? Dan kenapa meninggalkan yang ini? Apa manfaat diperintahnya
ini?. Akan tetapi seorang hamba harus mengetahui apa yang disyari’atkan oleh
Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkannya. Apabila ia mendapatkan hikmahnya
Alhamdulillah, namun jika tidak ia berserah diri sepenuhnya pada hukum
Allah, mentaatinya dan meyakininya bahwa dibalik perintah tersebut pasti ada
hikmah dan maslahat bagi hamba-Nya; karena Dia Allah adalah Maha Bijaksana,
Maha mengetahui dalam setiap kalam dan perbuatan-Nya, syari’at dan
Ketentuan-Nya. Allah berfirman:

( إن ربك حكيم عليم ) الأنعام / 83

 “Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al An’am: 83)

Dan yang menjadi dasar atas
apa yang kami sebutkan adalah firman Allah Ta’ala:

( لقد كان لكم
في رسول الله أسوة حسنة ) الأحزاب / 21

“Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu”. (QS. Al Ahzab: 21)

Dan sabda Rasulullah
–shallallahu ‘alaihi wa sallam- :

( صلوا كما
رأيتموني أصلي )

رواه البخاري في صحيحه

“Shalatlah kalian sebagaimana
kalian melihat aku shalat”. (HR. Bukhori dalam shahihnya)

Dan sabda beliau ketika haji
wada’:

( خذوا عني
مناسككم ) رواه مسلم 378
.

“Ambillah dariku cara ibadah
kalian” (HR. Muslim 378)

Dari Allah-lah setiap
petunjuk.