Thawaf di Ka’bah bermacam-macam, apa saja dan bagaimana hukumnya?

Alhamdulillah

Macam-macam Thawaf di Ka’bah:

–        
Thawaf Ifadhah dalam ibadah
haji. Dinamakan juga dengan thawaf ziarah. Dilakukan setelah wuquf di Arafah
pada hari Idul Adha atau sesudahnya. Dia merupakan salah satu rukun haji.

–        
Thawaf Qudum bagi jamaah haji.
Berlaku bagi orang yang ihram haji (ifrad) atau qiran untuk haji dan umrah
ketika tiba di Mekah. Dia merupakan salah satu kewajiban haji atau sunnahnya
sesuai perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

–        
Thawaf umrah. Yaitu salah satu
rukun umrah. Tidak sah umrah tanpanya.

–        
Thawaf wada. Dilakukan setelah
selesai melaksanakan amalan-amalan haji dan telah berniat meninggalkan Mekah
Al-Mukarramah. Dia termasuk perbuatan wajib haji berdasarkan pendapat yang
shahih dari pendapat para ulama bagi setiap jamaah haji, kecuali wanita haid
dan nifas. Siapa yang meninggalkannya wajib menyembelih seekor hewan dam
(kambing).

–        
Thawaf untuk memenuhi nazar.
Makah hukumnya menjadi wajib untuk memenuhi nazarnya.

–        
Thawaf sunah.

Semua
thawaf ini dilakukan sebanyak 7 putaran dan disudahi dengan shalat 2 rakaat
di belakang maqam Ibrahim jika memungkinkan.
Jika tidak memungkinkan, maka lakukan shalat di bagian masjid
mana saja.

Wabillahittaufiq wa shallallahu alaa nabiyyina muhammadin wa
aalihi wa shahbihi wa sallam.

Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syekh Abdurrazzaq
Afifi, Syekh Abdullah bin Ghudayyan.