Saya mempunyai teman dan saya memberi imbalan untuk memberi semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Pertanyaanku adalah apakah aku mendapatkan pahala dari hal itu?
Jawab:
Alhamdulillah
Pertama:
Menghafal Al-Qur’an termasuk ibadah (kepada Allah) yang paling agung, karena di dalamnya ada bacaan Kalamullah,
mengulang-ulang dan menyibukkan dengannya. Telah diketahui bahwa bacaan satu huruf
dari Kitabullah dilipatkan sepuluh kebaikan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmizi, 2910 dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, dia berkata,
“Rasulullah sallallahu’alahi wa sallam bersabda,
‘Barangsiapa membaca satu huruf dari
Kitabullah, maka dia akan mendapatkan
satu kebaikan. Dan satu kebaikan
dilipatkan sepuluh kali.
Saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf,
akan tetapi alif satu huruf,
Lam satu huruf dan mim satu huruf.” (Dishahihkan
oleh Al-Albany dalam Shahih Tirmizi)
Diriwayatkan
oleh Muslim, no. 804 dari
Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu, dia berkata, saya
mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, dia
bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ ، فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ
الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ
وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا
فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا ، اقْرَءُوا
سُورَةَ الْبَقَرَةِ ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ ، وَلا
تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ (قَالَ
مُعَاوِيَةُ بَلَغَنِي أَنَّ الْبَطَلَةَ السَّحَرَةُ)
“Bacalah
Al-Qur’an, ia
akan datang di hari kiamat menjadi
syafaat bagi pemiliknya. Bacalah dua zahrawain;
(Surat)
Al-Baqarah dan Ali Imran.
Keduanya nanti akan datang
pada hari kiamat bagaikan awan atau bagaikan
naungan atau keduanya bagaikan dua kelompok burung
putih yang akan menaungi orangnya. Bacalah surat Al-Baqarah, karena sesungguhnya orang yang mengambilnya
dapat barokah, yang meninggalkannya merugi. Dan tukang sihir
tidak dapat menggangunya.” Muawiyah mengatakan, sampai
kepadaku bahwa yang dimaksud bathalah adalah para penyihir.
Diriwayatkan
oleh Tirmizi, no. 2914, Abu
Dawud, no. 1464 dari
Abdullah bin Amr radhiallahu
anhu, dari Nabi sallallahu alaihi wa
sallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا
فإن منزلتك عند آخر آية تقرأ بها (والحديث
صححه الألباني في السلسلة الصحيحة، 5/281 برقم، 2240)
“Dikatakan
kepada pemilik Al-Qur’an: Bacalah dan mendakilah.
Bacalah dengan tartil sebagaimana
engkau membaca dengan tartil di dunia. Karena kedudukanmu di akhir
ayat yang engkau baca.” (Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab As-silsilah As-Shahihah, 5/281 no.
2240)
Beliau berkomentar, “Ketahuilah bahwa maksud perkataan
‘Pemilik Al-Qur’an’ adalah
orang yang hafal di luar kepada, sesuai dengan sabda Nabi
sallallahu’alaihi wa sallam “Yang menjadi imam di suatu kaum adalah yang lebih banyak bacaannya
terhadap Kitabullah.” Maksudnya yang
paling banyak hafalannya.
Maka keutamaan
derajat di surga sesuai dengan hafalan
di dunia. Bukan sesuai dengan bacaan dan memperbanyak bacaan sebagaimana
orang-orang mengiranya. Di dalamnya ada keutamaan yang jelas bagi penghafal
Al-Qur’an. Akan tetapi dengan syarat menghafalnya karena Allah semata. Bukan
karena dunia, dirham dan dinar. Kalau tidak, maka Nabi sallallahu alaihi wa
sallam bersabda, “Kebanyakan munafik dari ummatku adalah orang yang ahli
membaca (Al-Qur’an).”
Kedua:
Orang yang membantu untuk menghafal Al-Qur’an
dan memberi semangat dengan memberi imbalan atau lainnya, maka dia dalam
kebaikan yang agung. Diharapkan dia mendapatkan
pahala seperti pahalanya orang yang menghafal dan membaca. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ
الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ ، لا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ
شَيْئًا (رواه مسلم، 2674)
“Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan
pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang itu sedikitpun juga.” (HR.
Muslim, no. 2674)
Dan sabda
beliau sallallahu alaihi wa
sallam, “Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia akan
mendapatkan pahala seperti pelakunya.” (HR. muslim, no. 1893)
Diriwayatkan oleh
At-Tirmizi, no. 2670, “Sesungguhnya
orang yang menunjukkan kebaikan
seperti pelakuknya.”
(Dishahihkan oleh Al-Albany
dalam Shahih Tirmizi)
Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar memberikan pahala dan taufik
kepada anda dan memberi taufik
kepada teman anda dalam menghafalkan
Al-Quranul-Karim.
Wallahua’lam
