Kami orang Islam di Barat mendapatkan kesulitan menjaga anak-anak kami agar tidak terjerumus dan terwarnai penyimpangan masyarakt barat yang menyimpang. Kami ingin langkah-langkah kongkrit yang dapat dilakukan untuk menjaga anak-anak kami dari penyimpangan dan kesesatan. Terima kasih
Alhamdulillah
Untuk menjaga pondasi
keluarga muslim di negara kafir, hendaknya terpenuhi syarat dan kebutuhan
dalam rumah dan diluar rumah.
A. Dalam rumah
1. Para ayah selalu berupaya
shalat di masjid dengan anak-anaknya. Kalau tidak ada masjid terdekat, maka
shalat berjamaah di rumah.
2. Hendaknya membaca
Al-Qur’an dan mendengarkan secara seksama bacaan setiap hari
3. Mereka harus berkumpul
bersama di waktu makan.
4. Mereka harus berbicara
dengan bahasa Al-Qur’an sebisa mungkin
5. Mereka harus menjaga adab
keluarga dan masyarakat sebagaimana dinyatakan Allah dalam Kitab-Nya, di
antaranya apa yang terdapat dalam surat An-Nur
6. Tidak dibolehkan baik
untuk dirinya maupun anak-anaknya menyaksikan film porno, maksiat dan fasik.
7. Anak-anak harus bermalam
di rumah dan hidup di dalamnya selama mungkin, untuk menjaga mereka dari
dampak lingkungan luar yang buruk dan memperketat izin bagi mereka tidur di
luar rumah.
8. Upayakan tidak memasukkan
anak-anak ke universitas yang jauh agar mereka (tidak) tinggal di asrama
kampus. Kalau tidak, maka kita akan kehilangan anak-anak kita, karena mereka
akan larut dalam masyarakan kafir.
9. harus menjaga dengan
sempurna makanan halal, dan kedua orang tua benar-benar harus menjauhi
mengkonsumsi bentuk sesuatu yang haram seperti rokok, mariyuana dan lainnya
yang marak di negara kafir.
B. Di luar rumah
1. Anak-anak harus
disekolahkan di sekolah Islam sejak anak-anak sampai selesai SMA
2. Mereka juga harus dikirim
ke masjid sebisa mungkin. Hal itu untuk shalat jamaah dan jum’ah, serta
menghadiri kajian keilmuan, dakwah dan pengajian serta lainnya
3. Harus ada kegiatan
mendidik dan oleh raga diantara anak-anak dan para pemuda di tempat-tempat
dimana orang Islam dapat mengawasinya.
4. Mengadakan kemah pembinaan
yang diikuti seluruh anggota keluarga.
5. Para ayah dan ibu
bersegera untuk pergi ke tampat suci untuk menunaikan umrah dan kewajiban
haji disertai dengan anak-anaknya
6. Anak-anak dilatih
berbicara tentang Islam dengan bahasa yang simpel dimana orang tua dan
anak-anak dapat memahaminya, bagitu juga orang Islam dan non Islam (memahaminya
juga)
7. Anak-anak dilatih
menghafal Qur’an dan mengirim sebagian –kalau memungkinkan- ke negara Arab
muslim agar memperdalam agama. Kemudian kembali setelah itu agar menjaga dai
berbekal dengan ilmu, agama dan bahasa Qur’an Karim
8. Sebagian anak-anak dilatih
menyampaikan khutbah Jumat dan menjadi imam shalat, agar menjadi pemimpin
Islam bagi orang asing.
9. Menganjurkan untuk menikah
sejak dini agar menjaga agama dan dunianya.
10. Anjuran menikah dengan
wanita muslim dari keluarga yang dikenal (baik) agama dan akhlaknya.
11. Menjadi problem solving
dalam permasalah keluarga dengan merujuk ke tokoh pendatang muslim atau
imam dan khotib di pusat dakwah Islam.
12. tidak menghadiri acara
joget, musik, nyanyian serta konser kefasikan. Serta (tidak) menyaksikan
perayaan orang kafir. Melarang anak-anak secara bijaksana pergi bersama
pelajar kresten ke geraja pada hari ahad.
Semoga Allah memberi taufik
dan penunjuk ke jalan yang lurus.
