Sekelompok wanita menyewa rumah dan bertanya tentang kiblat, kemudian mereka shalat sesuai dengan arah yang dikatakan kepadanya. Akan tetapi ternyata kiblatnya salah, apa hukumnya?
Alhamdulillah
Pertama:
Kalau sedikit miring, maka
tidak berpengaruh terhadap kiblatnya.
Kedua:
Orang yang berijtihad sesuai
dengan kemampuannya untuk mendapatkan kiblat, baik dengan bertanya kepada
penduduk setempat dan tempat dimana dia berada, dimana kelihatan orang yang
ditanya itu jujur, padahal kenyataannya tidak begitu. Maka dia telah
menunaikan kewajibannya. Kalau ternyata salah setelah itu, maka shalatnya
sah dan tidak diharuskan mengulanginya.
Terdapat dalam kitab
Al-Mughni karangan Ibnu Qudamah rahimahulah, “Siapa yang shalat dengan
berijtihad ke suatu arah. Kemudian diketahui dia salah kiblat. Dia tidak
perlu mengulangi. Secara global kalau shalat dengan ijtihad ke suatu arah,
kemudian ternyata dia shalat ke selain arah ka’bah secara yakin, maka dia
tidak diharuskan mengulangi. Begitu juga orang yang mengikuti shalat
bertaklid dengannya. Dan ini pendapat Malik, Abu Hanifah dan Syafi’I dalam
salah satu pendapatnya.
