Mohon anda berikan kepadaku intisari tentang kehidupan Nabi Muhamad sallallahu alaihi wa sallam?

Alhamdulillah

Bani Israil
berselisih, mereka merubah dan mengganti keyakinan dan syariatnya, sehingga
dihilangkan kebenaran dan dimunculkan kebatilan. Kezaliman dan kerusakan
tersebar. Maka umat membutuhkan agama untuk memunculkan kebenaran dan
menghancurkan kebatilan serta menunjukkan manusia ke jalan yang lurus. Maka
Allah mengutus Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagaimana
firman-Nya:

وما
أنزلنا عليك الكتاب إلا لتبين لهم الذي اختلفوا فيه وهدى ورحمة لقوم يؤمنون
(سورة النحل: 64)

“Dan Kami tidak menurunkan
kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan
kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan
rahmat bagi kaum yang beriman.” (SQ. An-Nahl: 64)

Allah mengutus semua Nabi dan
Rasul untuk berdakwah untuk menyembah Allah saja, serta mengeluarkan manusia
dari kegelapan menuju cahaya (Islam). Rasul yang pertama adalah Nabi Nuh
alaihissalam, dan yang terakhir adalah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
Allah Ta’ala berfirman:

ولقد
بعثنا في كل أمة رسولاً أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت (سورة النحل: 36)

“Dan sungguhnya Kami telah
mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah
(saja), dan jauhilah Thaghut itu.” (SQ. An-Nahl: 36)

Nabi dan Rasul terakhir
adalah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, tidak ada Nabi setelahnya.

Allah berfirman: “Muhammad
itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi
Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (SQ. Al-Ahzab: 40)

Dahulu setiap nabi diutus
khusus kepada kaumnya, sementara Allah mengutus Rasul-Nya Muhammad
sallallahu alaihi wa sallam kepada seluruh manusia. Sebagaimana Firman-Nya:

وما
أرسلناك إلا كافة للناس بشيرا ًونذيراً ولكن أكثر الناس لا يعلمون (سورة سبأ:
28)

“Dan Kami tidak mengutus
kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita
gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada
mengetahui.” (QS. Saba: 28)

Allah telah menurukan kepada
Rasul-Nya Al-Qur’an, sebagai petunjuk manusia, meneluarkan dari kegelapan
menuju cahaya (Islam) dengan izin Tuhannya.

Allah Ta’ala berfirman, “(ini
adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia
dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka,
(yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.” (QS.
Ibrahim: 1).

Rasululah Muhammad bin
Abdullah bin Abdul Muthalib Al-Hasyimi Al-Quraisy lahir di Mekkah tahun
Gajah. Mereka datang untuk menghancurkan Ka’bah, maka Allah hancurkan
mereka. Ayahnya meninggal ketika beliau di rahim ibunya.

Setelah lahir, Nabi disusui
oleh Halimah As-Sa’diyah, kemudian beliau mengunjungi pamannya di Madinah
bersama ibundanya Aminah binti Wahb. Di tengah perjalanan pulang, ibunya
meninggal dunia di Abwa, saat beliau berumur 6 tahun. Kemudian beliau
dirawat kakeknya hingga sang kakek meninggal dunia saat beliau berumur 8
tahun. Kemudian beliau dirawat sang paman; Abu Thalib, dia sangat
memperhatikan dan memuliakan serta membelanya lebih dari 40 tahun. Abu
Thalib meninggal dunia dalam keadaan belum beriman terhadap agama Nabi
Muhammad, khawatir akan dimusuhi kaumnya Quraisy apabila dia meninggalkan
 agama nenek moyangnya.

Dahulu Muhammad kecil
menggembala kambing untuk penduduk Mekkah, kemudian pergi ke Syam untuk
dagangan Khadijah binti Khuwailid dan perdagangannya beruntung. Akhirnya
Khadijah tertarik dengan akhlak dan amanahnya, sehingga beliau menikahinya,
saat itu usia beliau 25 tahun sementara (Khadijah) berusia 40 tahun. Beliau
tidak menikah dengan wanita lain sampai Khadijah meninggal dunia.

Allah telah berikan
pertumbuhkan Muhammad dengan sebaik-baik pertumbuhan dan dididik dengan
sebaik-baik didikan. Dipelihara dan diajarkan sampai menjadi orang yang
terbaik di antara kaumnya dari sisi penampilan dan akhlak, menjadi orang
yang paling dapat menjaga diri, sangat kasih sayang, paling jujur perkataan,
paling kuat menjaga amanahnya, sehingga kaumnya menjuluki Al-Amin
(terpercaya).

Kemudian beliau senang
khalwat (menyendiri). Beliau menyendiri di gua Hira beberapa malam dan hari
beribadah dan berdoa kepada Tuhannya. Beliau sangat membenci patung, minuman
keras dan keburukan, tidak pernah selama hidup beliau menyentuhnya
sedikitpun.

Ketika Muhammad sallallahu
alaihi wa sallam berumur 35 tahun, beliau ikut serta bersama Quraisy
membangun Ka’bah yang rusak karena banjir. Ketika mereka berselisih dalam
meletakkan Hajar Aswad, beliau memutuskan perkaranya. Beliau meminta
selendang dan hajar aswad diletakkan di dalamnya, sementara para pemimpin
kabilah diminta untuk memegang ujung kain dan semua mengangkatnya kemudian
Muhammad menaruh di tempatnya dan dibangun di atasnya. Semuanya menerima dan
selesailah pertikaian.

Dahulu, masyarakat jahiliyah
masih memiliki sifat terpuji seperti dermawan, memenuhi janji dan berani. Di
antara mereka masih ada yang meyakini sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim seperti
mengagungkan Baitullah, thawaf, haji, umroh dan menghadiahkan onta.
Disamping ini, mereka juga mempunyai sifat tercela. Seperti zina, meminum
khomr, memakan riba, membunuh anak wanita, kedholiman dan menyembah berhala.

Orang yang pertama kali
merubah agama Ibrahim dan mengajak beribadah kepada patung adalah Amr bin
Luhay Al-Khuza’i. Dia memasukkan patung ke Mekkah dan selain Mekkah.
Kemudian mengajak orang untuk beribadah kepadanya. Di antara patung tersebut
ada yang bernama Wadda, Suwaa, Yaguts, Yauq dan Nasra. Kemudian orang arab
membuat patung lain, di antaranya patung Manaat di Qodid, Latta di Toif,
Uzza di Wadi Nakhlah, Hubal di dalam Ka’bah. Ada patung-patung sekitar
Ka’bah, ada patung-patung di rumah mereka. Masyarakat mengambil hukum kepada
dukun, tukang ramal dan tukang sihir.

Ketika syirik dan kerusakan
menyebar dengan kondisi seperti ini, maka Allah mengutus Muhammad
sallallahu’alaihi wa sallam sementara beliau berumur 40 tahun. Mengajak
orang untuk beribadah kepada Allah saja, dan meninggalkan ibadah kepada
patung. Orang Quraisy mengingkarinya sambil mengatakan:

أجعل
الآلهة ألهاً واحداً إن هذا لشيء عجاب (سورة ص: 5)

“Mengapa ia menjadikan
tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal
yang sangat mengherankan.” (QS. Shad: 5)

Patung-patung tersebut
senantiasa disembah selain Allah sampai Allah mengutus utusan-Nya Muhammad
sallallahu’alaihi wa sallam dengan tauhid, maka para shahabat radhiallahu
anhum menghancurkan dan memusnahkannya hingga menang kebenaran dan hancur
kebatilan.

وقل
جاء الحق وزهق الباطل إن الباطل كان زهوقاً (سورة الإسراء: 81 )

“Dan Katakanlah: “Yang benar
telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu
adalah sesuatu yang pasti lenyap. SQ. AL-Isro’: 81

Wahyu pertama kali yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam di gua Hiro’
dengan beribadah di dalamnya. Dimana Jibril datang dan memerintahkan untuk
membaca. Rasulullah mengatakan,”Saya tidak bisa membaca. Beliau ulang-ulangi
sampai tiga kali. Dikatakan kepada beliau:

اقرأ
باسم ربك الذي خلق ، خلق الإنسان من علق ، اقرأ وربك الأكرم (سورة العلق:
1-2-3)

“Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.” (QS. Al-Alaq: 1-3

Rasulullah sallallahu alaihi
wa sallam pulang, hatinya bergetar. Kemudian beliau masuki (ke rumah)
menemui Khadijah dan memberitahukannya sambil berkata, “Saya takut pada
diriku.” Maka (Khadijah) menenangkannya sambil berkata, “Demi Allah, Allah
tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya anda menyambung
silaturrohim, membantu orang kekurangan, memuliakan tamu, membantu orang
yang tidak punya, dan membantu di jalan-jalan kebenaran.”

Kemudian membawanya menemui
anak pamannya; Waroqoh bin Naufal. Dia memeluk  Kristen. Ketika diberitahu
kabar tersebut, dia berkata kepadanya, “Itu adalah Malaikat yang Allah
turunkan kepada Musa.’ Dia memberi wasiat agar bersabar ketika kaumnya
menyakiti dan mengusirnya.

Kemudian wahyu terputus
beberapa waktu, sehingga Rasulullah sallahu alaihi wa sallam bersedih. Suatu
hari ketika sedang berjalan, beliau melihat Malaikat sekali lagi di antara
langit dan bumi, maka beliau kembali pulang ke rumahnya dan berselimut. Lalu
Allah turunkan kepada beliau :

يا أيها
المدثر ، قم فأنذر (سورة المدثر: 1-2)

“Hai orang yang berkemul
(berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!.” (SQ. Al-Mudatsir: 1-2)

Kemudian wahyu turun secara
berturut-turut kepada Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam.

Nabi sallallahu alaihi wa
sallam tinggal di Mekkah 13 tahun, mengajak untuk beribadah kepada Allah
saja baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Allah
memerintahkan menyuarakn kebenaran. Maka beliau berdakwah dengan pelan dan
lembut tanpa peperangan. Lalu beliau memberi peringatan kepada kerabat
terdekat, kemudian memberi peringatan kepada kaumnya, orang disekitarnya,
seluruh bangsa arab dan memberi peringatan kepada seluruh alam. Kemudian
Allah subhanahu berfirman:

فاصدع بما
تؤمر وأعرض عن المشركين (سورة الحجر: 94 )

“Maka sampaikanlah olehmu
secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan
berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-Hijr: 94)

Buah dari dakwahnya, beriman
sebagian kecil dari kalangan orang kaya, pemuka, kaum lemah, fakir dan hamba
sahaya baik lelaki maupun perempuan. Semuanya disiksa karena agamanya.
Sebagian disiksa dan sebagian lagi dibunuh. Sebagian di antara mereka hijrah
ke Habasyah untuk menghindari dari siksaan Quraisy. Ada yang bersama
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam, walau disiksa tapi bersabar sampai
Allah menangkan agama-Nya.

Ketika Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam berusia 50 tahun, setelah 10 tahun dari kenabiaannya, paman
beliau; Abu Thalib yang selama ini melindunginya dari permusuhan Quraisy,
meninggal dunia. Kemudian setelah itu, istrinya Khadijah yang selalu
menghiburnya, meninggal dunia juga. Sehingga kaumnya semakin keras
permusuhannya, semakin berani dan menyiksa dengan berbagai macam siksaan.
Namun beliau bersabar dan mengharap pahala sallallahu alaihi wa sallam.

Ketika cobaan semakin keras
dan Quraisy semakin berani, maka beliau keluar ke Thaif mengajak penduduknya
menuju Islam. Akan tetapi tidak ada jawaban, bahkan mereka menyakiti dan
melemparinya dengan bebatuan hingga kakinya berdarah. Maka beliau kembali
pulang ke Mekkah dan terus menerus mengajak manusia masuk Islam, baik saat
musim haji dan selain itu.

Kemudian Allah meng Isra’ kan
Rasulullah malam hari dari Masjidil Haram menuju ke Masjidil Aqsha dengan
mengendarai Buraq dan ditemani oleh Jibril. kemudian beliau turun dan shalat
bersama para nabi. Kemudian dimi’rojkan ke langit dunia. Dalam peristiwa itu
beliau melihat Adam, ruh kebahagiaan sebelah kanannya dan ruh kesengsaraan
sebelah kirinya. Kemudian beliau dinaikkan ke langit kedua, beliau melihat
Isa, Yahya. Kemudian ke langit ketiga, beliau melihat Yusuf. Ke langit
keempat, beliau melihat Idris. Ke langit kelima beliau melihat Harun. Ke
langit keenam, beliau melihat Musa. Kemudian ke langit ketujuh beliau
melihat Ibrahim. Kemudian diangkat ke Sidrotul Muntaha dan diajak berbicara
dengan Tuhannya dan dimuliakan. Kemudian diwajibkan atas beliau dan umatnya
50 shalat sehari semalam. Kemudian diberi keringanan menjadi lima kali dalam
pelaksanaan, tapi limapuluh dalam pahala. Akhirnya ditetapkan shalat lima
kali sehari semalam sebagai kemuliaan bagi beliau dan umat Muhammad
sallallahu alaihis salam. Kemudian beliau pulang ke Mekkah sebelum subuh dan
beliau menceritakan apa yang terjadi, maka orang-orang mukmin mempercayai
sementara orang kafir mendustakannya.

سبحان الذي
أسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام إلى المسجد الأقصى الذي باركنا حوله لنريه من
آياتنا إنه هو السميع البصير (سورة الإسراء: 1)

“Maha suci Allah, yang telah
memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al
Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami
perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Isra:
1)

Kemudian Allah siapkan bagi
Rasul-Nya sallallahu alaihi wa sallam orang yang menolongnya. Maka beliau
waktu musim haji bertemu dengan sekelompok orang dari Madinah dari Khozroj.
Mereka masuk Islam dan kembali  ke Madinah. Mereka menyebarkan Islam di
sana. Pada tahun berikutnya, mereka menjadi tiga belas, mereka bertemu
dengan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Ketika mereka pulang,
Rasulullah mengutus bersama mereka Mus’ab bin Umair untuk membacakan
Al-Qur’an. Serta mengajarkan Islam. Banyak orang masuk Islam lewat tangan
beliau diantara mereka pemuka Aus Sa’ad bin Muadz dan Usaid bin Hudzair.

Pada tahun depan waktu musim
haji, mereka keluar lebih dari tujuh puluh lelaki dari Aus dan Khazraj.
Mereka mengundang Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam ke Madinah setelah
diasingkan dan disiksa penduduk Mekkah. Maka mereka menyatakan janji dengan
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pada salah satu malam tasyriq di
Aqobah. Ketika lewat sepertiga malam, mereka keluar pada janjinya dan
bertemu dengan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Bersama beliau,
pamanya Abbas padahal dia belum beriman, dia hanya ingin hadir dalam urusan
anak saudaranya. Maka Abbas, Rasulullah dan kaum berbicara dengan
pembicaraan yang bagus. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
membait mereka untuk hijrah ke Madinah agar mereka menjaga, menolong dan
melindunginya, maka mereka mendapatkan surga. Maka mereka berbai’at satu
persatu. Kemudian mereka kembali dan orang Quraisy yang mengetahui kejadian
itu mencarinya. Akan tetapi Allah selamatkan mereka. Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam tetap tinggal di Mekkah hingga,

ولينصرن الله
من ينصره إن الله لقوي عزيز (سورة الحج: 40)

“Sesungguhnya Allah pasti
menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar
Maha kuat lagi Maha perkasa.” (QS. Al-Hajj: 40)

Kemudian Rasulullah
memerintahkan para shahabat untuk hijrah ke Madina. Maka berhijrah secara
berturut-turut kecuali orang yang ditahan oleh orang-orang Musyrik. Sehingga
di Mekkah tidak ada umat Islam kecuali Rasulullah, Abu Bakar dan Ali. Ketika
orang musyrik merasa shabat Rasulullah hijrah ke Madinah, mereka ketakutan
Nabi akan menyusulnya. Sehingga urusannya semakin pelik, maka mereka membuat
makar untuk membunuhnya, dan Jibril telah memberitahukan kepada Rasulullah
akan hal itu. Maka Rasulullah memerintahkan Ali agar tidak di tempat ranjang
beliau dan mengembalikan titipan yang dititipkan Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam kepada pemiliknya. Orang-orang musyrik bermalam di pintu
rumah Rasulullah untuk membunuhnya ketika keluar. Maka beliau keluar di
antara mereka dan pergi ke rumah Abu Bakar setelah Allah selamatkan dari
makar mereka dan Allah turunkan ayat:

وإذ يمكر بك
الذين كفروا ليثبتوك أو يقتلوك أو يخرجوك ويمكرون ويمكر الله والله خير
الماكرين  (سورة الأنفال: 30 )

“Dan (ingatlah), ketika
orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap
dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu
daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas
tipu daya.” (QS. Al-Anfal: 30)

Kemudian Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam berazam hijrah ke Madinah. Kemudian beliau dan
Abu Bakar keluar menuju gua Tsur. Menginap 3 malam, dan menyewa Abdullah bin
Ubi Uraiqid yang masih musyrik sebagai penunjuk jalan. Kedua kendaraannya
diserahkan kepadanya. Orang Quraisy panic, lalu memulai pencarian di setiap
tempat. Akan tetapi Allah menjaga Rasul-Nya. Ketika pencarian sudah reda dan
kaum Qurasy sudah putus asa ari keduanya, maka mereka berangkat ke Madinah..

Kaum kafir Quraisy membuat
sayembara bagi orang yang dapat mendatangkan keduanya atau salah satunya,
mendapatkan hadiah 2000 onta. Maka orang-orang semangat mencari jalan menuju
ke Madinah. Suraqah bin Malik waktu itu masih musyrik mengetahui keduanya.
Dia mengingikan keduanya, maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
mendoakan keburukan kepadannya. Maka kaki kudanya terjungkal di tanah,
sehingga dia menyadari bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
dilindungi. Maka dia meminta kepada Rasulullah agar di doakan  kebaikan dan
tidak akan mencelakainya. Maka Rasulullah sallahu alaihi wa sallam mendoakan
kebaikan kepadanya. Dan Suraqah pulang, dan menyuruh orang-orang kembali
kemudian dia masuk Islam setelah penaklukan Mekkah.

Ketika Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam sampai di Madinah, umat Islam bertakbir gembira akan
kedatangannya dan para lelaki dan wanita  serta anak-anak menyambutnya penuh
kegembiraan dan suka cita. Maka beliau singgah di Quba, lalu bersama kaum
muslimin, beliau membangun masjid Quba. Beliau tinggal beberapa hari,
kemudian berangkat pada hari Jumat. Lalu beliau Shalat Jumat di Bani Salim
bin Auf. Kemudian beliau naik ontanya dan memasuki Madinah. Orang-orang
mengelilinginya. Sambil memegang pelana ontanya agar turun di rumahnya. Maka
Rasulullah sallallahu alahi wa sallam mengatakan kepadanya, “Biarkan, karena
ia diperintah.” Maka ontanya berjalan dan duduk di tempat masjid sekarang.”

Allah sediakan untuk
Rasul-Nya turun di kerabatnya (pamannya) dekat dengan masjid, maka beliau
tinggal di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wa sallam mengutus utusannya agar mendatangkan keluarganya dan keluarga Abu
Bakar dari Mekkah. Maka mereka semuanya datang ke Madinah.

Kemudian Nabi sallallahu
alaihi wa sallam dan para shahabat mulai membangun Masjid di tempat ontanya
ditambatkan. Awalnya kiblatnya ke arah Baitul Maqdis. Tiangnya dari pohon
kurma, ataapnya dari elepah kurma. Kemudian kiblatnya dirubah ke Mekkah
setelah sekian belas bulan semenjak datang di Madinah.

Kemudian Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar dan
Rasulullah meninggalkan orang Yahudi dan menulis antara beliau dan mereka
perjanjian perdamaian dan pembelaan untuk Madinah. Pendeta Yahudi Abdullah
bin Salam masuk Islam, sementara kebanyakan orang Yahudi tetap dalam
kekafiran. Pada tahun itu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam menikah
dengan Aisyah radhiallahu anha.

Pada tahun 2 Hijriyah,
disyariatkan azan, arah kiblat dirubah menuju ke Ka’bah, dan diwajibkan
puasa Ramadan.

Ketika Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam menetap di Madinah, Allah kuatkan dengan memberi
kemenangan. Kaum Muhajirin dan Anshar di sekitar Nabi, mereka bersatu.
Ketika itulah orang-orang Musyrik, Yahudi dan Munafiq bersatu untuk
 menyakitinya dan menantangnya berperangan. Awalnya Allah perintahkan
bersabar, memaafkan dan mengampuninya. Namun, ketika kezaliman mereka
semakin parah dan kejahatan semakin keras. Allah izinkan umat islam
berperang. Maka Allah turunkan firman-Nya:

أذن للذين
يُقاتِلون بأنهم ظُلموا وإنَّ الله على نصرهم لقدير (سورة الحج: 39)

“Telah diizinkan (berperang)
bagi orang-orang yang diperangi, karena Sesungguhnya mereka telah dianiaya.
dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (QS.
Al-Hajj: 39)

Kemudian Allah mewajibkan
kepada umat Islam memerangi orang yang memeranginya, maka Allah berfirman:

و
قاتلوا في سبيل الّله الذين يقاتلونكم ولا تعتدوا إن الّله لا يحب المعتدين
(سورة البقرة: 190)

“Dan perangilah di jalan
Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui
batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Kemudian Allah mewajibkan
perang terhadap orang-orang Musyrik semuanya. Allah berfirman:

وقاتلوا المشركين كافة كما يقاتلونكم كافة  (سورة التوبة: 36)

“Dan perangilah kaum
musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya.” (QS.
At-Taubah: 36)

Maka Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam dan para shahabat berdakwah kepada Allah dan berjihad di
jalan Allah. Menghalau tipu daya musuh, menolak kezaliman terhadap orang
yang berbuat zalim dan Allah kuatkan dengan kemenangan-Nya. Sampai semua
agama hanya milik Allah. Maka beliau memerangi orang musyrik di Badar tahun
kedua hijriyah di bulan Ramadan. Dan Allah menangkan terhadap mereka dan
memecah belah perkumpulannya.

Pada tahun ketiga hijriiyah,
orang Yahudi Bani Qainuqa berkhianat, mereka membunuh salah seorang kaum
muslim, maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengusirnya dari Madinah
ke Syam. Kemudian kaum Quraisy balas dengan memeranginya dalam perang
 Badar. Lalu perang berkecamuk lagi di Uhud Syawal pada tahun ketiga. Hingga
terjadi pertempuran dan pasukan pemanah menyalahi perintahh Rasul. Sehingga
kemenangan belum sempurna untuk umat Islam. Sementara orang-orang musyrik
kembali ke Mekah tanpa dapat masuk ke Madinah.

Kemudian Yaduni Bani Nadir
berkhianat, mereka ingin membunuh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam
dengan menimpakan batu dari atas, akan tetapi Allah selamatkan. Kemudian
mereka dikepung pada tahun empat dan diusir ke Khoibar.

Pada tahun kelima, Rasullah
sallallahu’alaihi wa sallam memerangi Bani Mustolik untuk menahan
permusuhannya. Maka beliau mendapatkan kemenangan atas mereka dan
mendapatkan gonimah harta dan tawanan. Kemudian para pemimpin Yahudi
bersegera membuat koalisi terhadap umat Islam untuk menghabisi Islam di
dalam rumahnya. Maka orang-orang Musyrik, Ahbas, Gotofan Yahudi berkumpul di
sekitar Madinah. Akan tetapi Allah gagalkan makar mereka dan Allah memberi
kemenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin.

ورد
الله الذين كفروا بغيظهم لم ينالوا خيراً وكفى الله المؤمنين القتال وكان الله
قوياً عزيزاً (سورة الأحزاب: 25)

“Dan Allah menghalau
orang-orang yang kafir itu yang Keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi)
mereka tidak memperoleh Keuntungan apapun. dan Allah menghindarkan
orang-orang mukmin dari peperangan.  dan adalah Allah Maha kuat lagi Maha
Perkasa.” (QS. Al-Ahzab: 25)

Kemudian Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam menggepung Yahudi Bani Quraizah karena
pengkhianatan dan menyalahi perjanjian, lalu Allah memberikan kemenangan
atas mereka dengan membunuh para lelaki dan menawan wanita, mengambil
hartanya sebagai ghanimah.

Pada tahun keenam, Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam berkeinginan kuat untuk mengunjungi Baitullah
dan thawaf, akan tetapi orang-orang musyrik menghalanginya. Maka diadakan
genjatan senjata di Hudaibiyah untuk menghentikan peperangan selama sepuluh
tahun, masyarakat diberikan keamanan dan mereka dibiarkan memilih bersekutu
dengan siapa yang mereka kehendaki. Maka orang-orang masuk ke agama Allah
secara berbondong-bondong.

Pada tahun ketujuh,
Rasulullah sallallahu  alaihi wa sallam menyerang Khaibar untuk menghabisi
para pemimpn Yahudi yang telah menyakiti umat Islam. Maka mereka dikepung
dan Allah memberikan kemenangan atas mereka, mengambil ghanimah harta dan
tanahnya serta menulis para pemilik tanah dan diajak masuk Islam.

Pada tahun kedelapan,
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengirim tentara dengan komandan Zaid
bin Haritsah untuk memberi pelajaran kepada orang yang melampaui batas, akan
tetapi Romawi mengumpulkan tentara yang sangat besar. Sehingga mereka mampu
membunuh para pemimpin umat Islam dan Allah selamatkan sisa umat Islam dari
keburukan mereka.

Kemudian orang-orang Kafir
Mekkah mengkhianati perjanjian, maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
mendatangi mereka dengan tentara yang besar, dan akhirnya Mekkah di
taklukkan, sehingga Mekkah dibersihkan dari patung serta kekuasaan orang
kafir.

Kemudian terjadi perang
Hunain terjadi pada bulan Syawal tahun kedelapan untuk menghadapi permusuhan
suku Tsaqif dan Hawazin. Allah kalahkan mereka, sehingga umat Islam dapat
ghanimah berlimpah ruah. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
melanjutkan perjalanan ke Thaif dan mengepungnya. Akan tetapi Allah belum
mengizinkan untuk dapat ditaklukan. Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam
mendoakan untuk mereka dan kembali pulang. Mereka akhirnya masuk Islam
setelah itu. Kemudian beliau pulang dan membagikan ghanimah. Kemudian beliau
bersama para shahabat melakukan umrah kembali dan kemudian pulang ke
Madinah.

Pada tahun kesembilan terjadi
perang Tabuk dalam kondisi yang sulit dan panas menyengat. Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam berjalan ke Tabuk untuk menahan makar Romawi,
lalu membuat basecamp militer di sana, namun tidak mendapatkan perlawanan
mereka. Lalu beliau mengadakan perjanjian dengan sebagian kabilah dan
mendapatkan gonimah. Kemudian beliau pulang ke Madinah. Ini adalah
peperangan terakhir yang diikuti Rasulullah sallallahua’alahi wa sallam.

Pada tahun yang sama para
utusan kabilah banyak yang datang ingin masuk Islam. Di antaranya utusan
Tamim, utusan Tha’i, utusan Abdul Qais, utusan Bani Hanifah. Semuan ya masuk
Islam. Kemudian Rasulullah sallallahua alaihi wa sallam memerintahkan Abu
Bakar untuk melaksanakan haji bersama orang-orang pada tahun itu, Ali
radhiallahu anhu diutus bersamanya. Mereka diperintahkan membacakan di
hadapan manusia surat Baro’ah, untuk berlepas diri dari orang-orang musyrik
dan diperintahkan menyeruh kepada orang-orang. Maka Ali mengatakan pada hari
qurban:

يا
أيها الناس لا يدخل الجنة كافر ، و لا يحج بعد العام مشرك ، ولا يطوف بالبيت
عريان ، ومن كان له عند رسول الله عهد فهو إلى مدته

“Wahai manusia, orang kafir
tidak akan masuk surge. Orang musyrik tidak boleh haji setelah tahun ini.
Mereka tidak boleh thawaf dalam keadaan telanjang. Siapa yang mempunyai
perjanjian dengan Rasulullah, maka dia diselesaikan sampai masanya.”

Pada tahun kesepuluh,
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam berkeinginan kuat untuk melakukan
haji. Maka beliau mengundang orang-orang untuk melaksanakan haji bersamanya
dari Madinah. Begitu juga ada dari yang lainnya orang banyak. Beliau
berihram dari Dzulhulaifah, dan sampai di Mekkah Dzulhijjah. Beliau thawaf,
sa’i dan mengajarkan orang-orang cara manasik. Beliau khutbah di Arofah
dengan khutbah nan agung dan menyeluruh dan menetapkan hukum-hukum Islam
yang adil, beliau bersabda:

أيها
الناس اسمعوا قولي , فإني لا أدري لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا , أيها الناس إن
دماءكم , وأموالكم , وأعراضكم حرام عليكم , كحرمة يومكم هذا , في شهركم هذا ,
في بلدكم هذا , ألا كل شيء من أمر الجاهلية تحت قدمي موضوع , ودماء الجاهلية
موضوعة , وإن أول دم أضع من دمائنا دم ابن ربيعة بن الحارث , كان مسترضعاً في
بني سعد , فقتلته هذيل . وربا الجاهلية موضوع , وأول ربا أضع ربا عباس بن عبد
المطلب , فإنه موضوع كله , فاتقوا الله في النساء , فإنكم أخذتموهن بأمان الله
, واستحللتم فروجهن بكلمة الله , ولكم عليهن أن لا يوطئن فرشكم أحداً تكرهونه ,
فإن فعلن فاضربوهن ضرباً غير مبرح , ولهن عليكم رزقهن و كسوتهن بالمعروف , وقد
تركت فيكم ما لن تضلوا بعده إن اعتصمتم به كتاب الله , وأنتم تسألون عني فما
أنتم قائلون , قالوا نشهد أنك قد بلَّغت , وأديت , ونصحت فقال بإصبعه السبابة
يرفعها إلى السماء وينكتها إلى الناس اللهم اشهد , اللهم اشهد ثلاث مرات

“Wahai manusia, dengarkan
perkataanku, sesungguhnya aku tidak tahu, kemungkinan aku tidak bertemu
dengan kalian semua setelah tahun ini. Wahai manusia, sesungguhnya darah
kalian, harta kalian dan kehormatan kalian semua adalah haram atas diri
kalian (tidak boleh diganggu dan dizalimi), sebagaimana diharamkannya
(berbuat kemungkaran) di hari ini,  bulan ini dan negeri ini. Ketahuilah
bahwa segala sesuatu dari urusan jahiliyah diletakkan di bawah kakiku
digugurkan. Darah jahiliyah dihilangkan. Darah pertama kali di antara
darah-darah kami yang saya hilangkan adalah darah Ibnu Robi’ah dahulu
menyusui di Bani Sa’ad dan dibunuh Hudzail. Riba jahiliyah dihilangkan. Riba
pertama kali yang saya hilangkan adalah riba Abbas bin Abdul MuThalib,
semuanya dihilangkan. Maka bertakwalah terhadap para wanita. Karena kamu
semua mengambilnya dengan amanah Allah dan dihalalkan kemaluannya dengan
kalimat Allah. Hak kalian (para suami) yang menjadi kewajiban mereka adalah
jangan mengizinkan seorang pun masuk yang kamu tidak sukai. Kalau dia
melakukan, maka pukullah dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Dan hak para
para isteri yang menjadi kewajiban kalian adalah memberi rizki dan pakaian
secara ma’ruf (baik). Sungguh aku telah tinggalkan bagi kamu semua, jikalau
kalian semua berpegang teguh, tidak akan tersesat setelahnya itu adalah
Kitabullah. Sungguh kalian telah menanyakan kepada diriku, apa yang akan
kamu katakan. Mereka mengatakan, “Kami bersaksi, bahwa anda telah
menyampaikan, menunaikan dan telah memberikan nasehat. Maka beliau bersabda
dengan jari telunjuk mengangkat ke langit dan mengarahkan kepada manusia, Ya
Allah saksikanlah, Ya Allah saksikanlah sampai tiga kali.”

Ketika Allah telah
sempurnakan agama ini, telah tetap pokok-pokoknya, maka Allah turunkan
kepadanya di Arofah ayat:

اليوم أكملت
لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام ديناً (سورة المائدة: 3)

“Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku,
dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Dinamakan haji ini adalah
haji wada karena Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam berpisah dengan
orang-orang dan tidak berhaji setelahnya. Kemudian Rasulullah
sallallahu’alaihi wa sallam pulang ke Madinah setelah selesai menunaikan
hajinya.

Pada tahun kesebelas pada
bulan Shafar, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam mulai sakit, ketika
sakitnya semakin parah. Beliau memerintahkan Abu Bakar radhiallahu’anhu
untuk shalat menjadi imam. Pada bulan Rabiul Awwal, sakitnya semakin parah
dan Rasululah sallallahu’alaihi wa sallam dicabut nyawanya pada waktu Dhuha,
hari senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun sebelas hijriyah. Umat Islam sangat
bersedih sekali. Kemudian beliau dimandikan lalu dishalati kaum muslimin
pada hari selasa malam rabu. Lalu dikuburkan di rumah Aisyah. Rasulullah
telah meninggal dunia, tapi agama tetap ada sampai hari kiamat.

Umat Islam memilih pendamping
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam saat di gua dan pendamping waktu
hijrah, yaitu Abu Bakar radhiallahu’anhu, sebagai Kholifah. Kemudian yang
memegang Khilafah setelahnya adalah Umar, Utsman dan Ali. Mereka adalah
khulafaur rasyidun yang mendapatkan petunjuk radhiallahu anhum ajma’in.

Allah telah memberi
kenikmatan kepada Rasul-Nya Muhammad dengan kenikmatan nan agung, dan diberi
wasiat dengan akhlak yang mulia sebagaimana firman-Nya:

ألم
يجدك يتيماً فآوى ، ووجدك ضالاً فهدى ، ووجدك عائلاً فأغنى ، فأما اليتيم فلا
تقهر ، وأما السائل فلا تنهر ، وأما بنعمة ربك فحدث (سورة الضحى: 6-11)

“Bukankah Dia mendapatimu
sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? dan Dia mendapatimu sebagai
seorang yang bingung[1583], lalu Dia memberikan petunjuk. dan Dia
mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu Berlaku sewenang-wenang. dan
terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. dan terhadap
nikmat Tuhanmu, Maka hendaklah kamu siarkan.” (QS. Adh-Dhuha: 6-11)

Allah telah memulyakan
Rasul-Nya dengan akhlak yang mulia, tidak ada seorangpun yang terkumpul
akhlak mulian ini sampai Allah menyanjungnya dalam firman-Nya:

وإنك
لعلى خلق عظيم (سورة القلم: 4)

“Dan sesungguhnya kamu
benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam: 4)

Dengan akhlak mulia dan sifat
terpuji ini, beliau sallallahu’alihi wa sallam dapat mengumpulkan jiwa-jiwa
dan menyatukan hati dengan izin Tuhannya.

فبما
رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظاً غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف عنهم
واستغفر لهم وشاورهم في الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين
(سورة آل عمران: 159)

“Maka disebabkan rahmat dari
Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap
keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apabila kamu telah
membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS. Ali Imran: 159)

Allah telah mengutus
Rasul-Nya Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam ke seluruh manusia.
Diturunkan kepadanya Al-Qur’an dan diperintahkan untuk berdakwah kepada
Allah sebagaimana Firman Subhanahu:

يا أيها النبي
إنا أرسلناك شاهداً ومبشراً ونذيراً وداعياً إلى الله بإذنه وسراجاً منيراً
(سورة الأحزاب: 46)

“Hai Nabi, Sesungguhnya Kami
mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi
peringatan, dan untuk Jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan
untuk Jadi cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzab: 45-46)

Allah telah memberikan
keutamaan kepada Rasul-Nya Muhammad atas nabi-nabi lainnya dengan enam
keutamaan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah sallallahu’alaih wa
sallam:

فضلت على
الأنبياء بست , أعطيت جوامع الكلم , ونصرت بالرعب , وأحلت لي الغنائم , وجعلت
لي الأرض طهوراً و مسجداً , وأرسلت إلى الناس كافة , وختم بي النبيون (رواه
مسلم، رقم 523)

“Saya dilebihkan atas para
nabi lainnya dengan enam hal, saya diberi perkataan ringkas dan padat,
dimenangkan dengan ketakutan (musuh), dihalalkan bagiku gonimah, dijadikan
untukku tanah untuk bersuci dan masjid, saya diutus untuk seluruh manusia
dan para nabi diakhirkan untukku.” HR. Muslim, 523.

Maka seluruh manusia
diharuskan beriman kepadanya dan mengikuti syareatnya agar dapat masuk surga
Tuhannya.

ومن
يطع الله و رسوله يدخله جنات تجري من تحتها الأنهار خالدين فيها وذلك الفوز
العظيم (سورة النساء: 13)

“Barangsiapa taat kepada
Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang
mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan
Itulah kemenangan yang besar.” (QS. An-Nisaa’: 13)

Allah menyanjung orang yang
beriman kepada Rasul baik dari ahli kitab, mereka diberi kabar gembira
dengan dua pahala sebagaimana Firman Allah:

الذين آتيناهم
الكتاب من قبله هم به يؤمنون ، وإذا يتلى عليهم قالوا آمنا به إنه الحق من ربنا
إنا كنا من قبله مسلمين ، أولئك يؤتون أجرهم مرتين بما صبروا ويدرؤون بالحسنة
السيئة ومما رزقناهم ينفقون (سورة القصص: 52 -54)

“Orang-orang yang telah Kami
datangkan kepada mereka Al kitab sebelum Al Quran, mereka beriman (pula)
dengan Al Quran itu. Dan apabila dibacakan (Al Quran itu) kepada mereka,
mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Quran itu adalah
suatu kebenaran dari Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami sebelumnya adalah
orang-orang yang membenarkan(nya). mereka itu diberi pahala dua kali
disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan,
dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka
nafkahkan.” (QS. Al-Qhasas: 52-54)

Nabi sallallahu’alaihi wa
sallam bersabda:

ثلاثة
يؤتون أجرهم مرتين رجل من أهل الكتاب آمن بنبيه وأدرك النبي صلى الله عليه وسلم
فآمن به واتبعه و صدقه فله أجران

“Tiga golongan mereka diberi
dua pahala. Seorang dari ahli kitab beriman kepada Nabinya dan mendapatkan
Nabi Muhammad sallallahu’alaihi wa sallam lalu dia beriman, mengikuti dan
membenarkannya. Maka dia mendapat dua pahala.”

Siapa yang tidak beriman
kepada Rasul Muhammad sallallahu alaihi wa sallam maka dia kafir. Orang
kafir balasannya adalah neraka sebagaimana firman Allah,

“Dan Barangsiapa yang tidak
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Maka Sesungguhnya Kami menyediakan untuk
orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.” (SQ. Al-Fath: 13)

Nabi sallallahu alaihi wa
sallam juga bersabda:

والذي
نفس محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن
بالذي أرسلت به إلاَّ كان من أصحاب النار (رواه مسلم، رقم 154)

“Demi jiwa Muhamad yang ada
ditangan-Nya. Tidaklah seseorang yang mendengarkan tentang diriku dari umat
ini, baik Yahudi maupun Kristen kemudian dia mati tidak beriman dengan apa
yang risalahku, melainkan dia temasuk penduduk neraka.” (HR. Muslim, no.
154)

Rasulullah sallallahu’alaihi
wa sallam adalah manusia biasa, tidak mengetahui kecuali apa yang Allah
beritahukan. Tidak mengetahui goib, tidak memiliki untuk diri dan orang lain
celaka dan manfaat. Sebagaimana firman Allah:

قل لا
أملك لنفسي نفعاً ولا ضراً إلا ما شاء الله ولو كنت أعلم الغيب لاستكثرت من
الخير وما مسني السوء إن أنا إلاَّ نذير وبشير لقوم يؤمنون (سورة الأعراف: 188)

“Katakanlah: “Aku tidak
berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak
kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan Sekiranya aku mengetahui
yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak
akan ditimpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan
pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf:188)

Allah telah mengutusnya
dengan Islam agar Nampak di atas seluruh agama lainnya, “Dia-lah yang
mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar
dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi.”(QS.
Al-Fath: 28)

Tugas Rasul adalah
menyampaikan apa yang diutus dan memberi hidayah lewat tangan Allah. “Jika
mereka berpaling Maka Kami tidak mengutus kamu sebagai Pengawas bagi mereka.
kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah).” (QS. As-Syura: 48).

Karena Rasulullah
sallallahu’alaihi wa sallam mendapatkan keutamaan yang agung atas manusia
lainnya. Dan berdakwah ke agama ini serta mengeluarkan dari kegelapan menuju
cahaya. Maka Allah ampuni dosa-dosanya yang lalu maupun yang akan datang.
Dan memerintahkan kepada kami untuk bershalawat kepadanya pada kondisi yang
banyak. Allah berfirman:

إن الله
وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليماً (سورة
الأحزاب: 56)

“Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

Nabi sallallahu’alaihi wa
sallalm telah berjihad dalam rangka menyebarkan agama ini. Begitu juga para
shahabat berjihad bersamanya. Maka kita harus mencontoh dan mengikuti Sunnah
dan berjalan atas petunjukkan. Seperti firman Allah subahanu,

“Sesungguhnya telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak
menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Islam adalah agama sesuai
fitrah dan keadilan. Agama yang diridhai oleh Allah untuk seluruh manusia.
Ia mencakup yang pokok dan cabang, adab, akhlak, ibadah serta muamalah. Umat
ini tidak akan bahagia kecuali dengan mengikuti dan beramal dengannya. Dan
Allah tidak menerima manusia agama selain Islam. Sebagaimana firman-Nya.

“Barangsiapa mencari agama
selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama
itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.
Ali Imran: 85)

Semoga shalawat dan salam
tercurahkan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat
semoga tercurahkan kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau
Maha Terpuji dan Maha Tinggi.

Dari kitab ‘Ushul Ad-Din
Al-Islamy’ Karangan Syekh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijiri.