Kami tinggal di tempat yang berjarak 300 km dari Mekah. Jarak tersebut jika ditempuh dengan kendaraan membutuhkan waktu 3 jam. Apakah boleh bagi kami untuk mandi dan memakai pakaian ihram di rumah kami, kemudian kami safar menuju Mekah?

 Alhamdulillah

Ya, hal itu dibolehkan. Akan tetapi
jangan ihram kecuali saat anda melewati miqat.

Syekh Bin Baz pernah ditanya tentang
orang yang tinggal 250 km dari Mekah, lalu dia berangkat menuju Mekah
menggunakan kendaraan, apakah dibolehkan baginya untuk bersiap-siap ihram
dari kampungnya dengan mandi dan memakai pakaian ihram? Apakah boleh dia
ihram dari kampungnya?

Beliau menjawab:

“Tidak mengapa dia mandi dan memakai
pakaian ihram serta memakai wewangian dari rumah-rumah mereka, karena jarak
tempat tinggal mereka yang dekat jika ditempuh dengan kendaraan. Akan
tetapi, yang disyariatkan bagi mereka adalah tidak boleh ihram kecuali saat
melewati miqat. Ihram adalah niat masuk dalam ibadah. Itulah ihram. Kemudian
disyariatkan bersama niat, mengucapkan bentuk ibadahnya, maka dia ucapkan
Labbaikan Umratan (kalau ihram untuk umrah), atau labbaikan hajjan (kalau
ihram untuk haji). Setelah itu dia mengucapkan talbiyah yang disyariatkan,
yaitu; Labbaikan allahumma labbaika, labbaikan laa syariikalaka labbaik,
innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariikalak. Semoga Allah memberi
taufiq dan ridha kepada semuanya.”

Fatawa Bin Baz, 17/15.