Saya bekerja di Riyadh, dan saya telah menunaikan haji pada tahun 1433 dengan cara haji Ifrad. Kemudian saya kembali lagi ke Riyadh, lalu saya melaksanakan umrah pada tanggal 28 Zulhijah. Apakah saya sekarang dianggap haji tamatu dan apakah saya wajib mengeluarkan hadyu atau tidak?

Alhamdulillah

Di antara syarat sahnya haji Tamatu adalah seseorang
melakukan umrah sebelum haji di musim haji. Kemudian jika selesai dari
umrahnya, dia lakukan ihram untuk haji. Jika dia laksanakan haji secara
ifrad, kemudian setelah selesai haji dia melaksanakan umrah, maka dia tidak
dianggap tamatu, tapi haji ifrad.

An-Nawawi rahimahullah berkata, “Adapun Tamatu, bentuk
dasarnya adalah seseorang melakukah ihram untuk umrah dari miqat sesuai
wilayahnya, lalu dia memasuki Mekah dan kemudian menyelesaikan umrahnya.
Kemudian dia melaksanakan haji dari Mekah.” (Al-Majmu, 7/168)

Al-Kasani rahimahullah berkata, “Adapun haji Tamatu menurut
syariat adalah nama bagi orang yang berasal dari luar Mekah, mereka
melaksanakan ihram untuk umrah lalu melaksanakan semua amalannya berupa
tawaf dan sai di musim haji. Kemudian dia ihram untuk haji di bulan-bulan
haji dan dia tunaikan haji di tahun itu juga.” (Bada’ius-Shana’I, 2/168.
Lihat juga Asy-Syarhul Mumti, 7/82)

Wallahu a’lam
.