Apa hukum seseorang menggauli istrinya dalam puasa wajib selain Ramadan?
Alhamdulillah
Fadhilatus Syekh Sulaiman bin
Nasir Alwan hafidhahullah ditanya, “Apa hukum seseorang menggauli istrinya
dalam puasa wajib selain Ramadan?
Maka beliau menjawab, “Para
ulama sepakat bahwa kaffarah (tebusan) diwajibkan bagi jima’ di siang
Ramadan. Baik keluar mani atau tidak keluar. Tidak dikecualikan hal itu
melainkan orang yang dipaksa, tidak mengetahui hukum dan lupa menurut
pendapat terkuat diantara para ulama. Kalau telah keluar (mani) dan belum
masuk ke kemaluan, maka diharuskan mengqodo menurut kebanyakan ahli ilmu.
Kalau sudah masuk ke kemaluan dan tidak keluar mani, maka diharuskan
kaffarah (tebusan) dan qoda’. Sehingga kaffarah terkait dengan masuk ke
dalam kemaluan bukan keluar mani. Tidak diwajibkan kaffarah kecuali dalam
jima di siang Ramadan. Kalau jima dalam (puasa) qodo’ wajib atau nazar atas
semisal itu. Tidak diwajibkan kaffarah. Dan itu pendapat jumhur dan ini yang
nampak sesuai dalil. Dan itu pendapat tidak satu dari kalangan ahli ilmu.
Kalau seseorang berhubungan di akhir hari Ramadan, kemudian nampak setelah
itu bulan syawal, maka tidak diwajibkan kaffarah. Karena puasanya bukan
wajib atasnya. Wallahu a’lam silahkan melihat soal no.
40242.
