Kapan seorang yang melaksanakan ibadah haji melakukan tahallul dari ihramnya ?

Alhamdulillah

Pertama:

Amalan pada hari raya idul
Adha ada tiga bagi mereka yang melaksanakan haji ifrad, yaitu; melempar
jumrah aqabah, mencukur gundul atau memendekkannya, thawaf ifadhah, dan sa’i
jika dia belum melaksanakan sa’i setelah thawaf qudum.

Sedangkan mereka yang
melaksanakan haji tamattu dan qiran amalannya ditambah dengan menyembelih
hadyu (hewan sembelihan haji). Yang melaksanakan haji tamattu harus ditambah
sa’i setelah thawaf ifadhah.

Kedua:

Semua amalan di atas
dilakukan dengan berurutan; melempar jumrah, lalu menyembelih, mencukur
gundul atau memendekkannya, kemudian thawaf dan sa’i. Beginilah yang lebih
utama, karena sesuai dengan amalan Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-
bahwa beliau melempar jumrah, kemudian menyembelih, kemudian mencukur
rambutnya, kemudian ‘Aisyah memberinya minyak wangi, kemudian thawaf ifadhah
di Baitullah. Beliau pernah ditanya tentang urutan amalan tersebut dan
bagaimanakah jika seseorang mendahulukan sebagian dan mengakhirkan lainnya,
maka beliau bersabda:

لا حرج ، لاحرج

“Tidak masalah, tidak
masalah”

Ketiga:

Barang siapa yang
melaksanakan dua hal selain menyembelih hady maka dia telah melakukan
tahallul awal; maka sudah menjadi halal baginya apa yang diharamkan pada
saat ihram kecuali menggauli istrinya. Namun jika dia telah melakukan tiga
amalan sekaligus, maka sudah menjadi halal semuanya baginya termasuk
berjimak dengan istrinya. Ada banyak hadits yang menunjukkan apa yang telah
kami telah sebutkan.

Petunjuk itu datang dari
Alloh, semoga shalawat dan salam terhaturkan kepada Nabi kita Muhammad,
keluarga dan para sahabatnya.

(Lajnah Daimah Lil Buhuts
Ilmiyah wal Ifta’)

(Syeikh Abdul Aziz bin Baaz,
Syeikh Abdullah bin Ghadyan).