Tempat manakah yang Allah jadikan terbaik di atas bumi? Saya katakan kepada mereka, “Ia adalah Mekkah. Akan tetapi dia membantahku dengan mengatakan, “Ia adalah Madinah Munawwarah, karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam lebih mencintainya dibandingkan Mekkah dan beliau mendoakannya kepada Allah agar diberi keberkahan sebagaimana keberkahan di Mekah.

Alhamdulillah

Pertama,

Para ulama
fiqih bersepakat bahwa Mekkah dan Madinah adalah tempat terbaik di muka bumi,
kemudian mereka berbeda pendapat, manakah yang lebih utama? Mayoritas ulama
termasuk Hanfiyah, Syafiiyyah dan Hanabilah serta pendapat dari Malikiyah
berpendapat bahwa Mekkah Al-Mukarromah lebih utama dari Madinah. Karena
beberapa hal sebagaimana disimpulkan para ulama berikuti ini:

Pertama:
Kewajiban berangkat haji dan umrah ke (Mekkah). Dua kewajiban itu tidak ada
bandingannya di Madinah

Kedua: Kalau
Madinah dianngap lebih utama karena Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam
tinggal di sana setelah kenabian. Maka Mekkah lebih mulia dari Madinah,
karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam telah tinggal di Mekkah setelah
kenabian tiga belas tahun sementara beliau tinggal di Madinah sepuluh tahun.

Ketiga:
Madinah dimuliakan karena banyaknya hamba Allah yang saleh mendatanginya.
Maka Mekkah lebih utama dari Madinah karena kebanyakan yang datang dari
kalangan para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh.

Keempat:
dibolehkan mencium dan mengusap hanya di dua rukun Yamani (rukun Yamani dan
Hajar Aswad -pent). Hal itu tidak ada di Madinah.

Kelima:
sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala mewajibkan kita dalam shalat di
Negara dan tempat mana saja untuk menghadap kiblat ke Mekkah. Hal itu tidak
diwajibkan ke Madinah.

Keenam:
sesungguhnya Allah mengharamkan Mekkah semenjak penciptaan langit dan bumi,
tidak dihalalkan oleh seorang pun dari kalangan para rasul dan nabi kecuali
Nabi kita sallallahu’alaihi wa sallam. Ia dihalalkan hanya sesaat waktu
siang hari .

Ketujuh:
Allah subhanahu wa ta’ala menyanjung Mekkah di dalam KitabNya, dimana hal
itu tidak disanjung untuk Madinah. Allah berfirman:

إِنَّ أَوَّل بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةِ مُبَارَكًا وَهُدًى
لِلْعَالَمِينَ

 “Sesungguhnya rumah (ibadah) yang pertama kali dibangun untuk manusia
adalah Bakkah (Mekkah) yang penuh barokah dan petunjuk untuk seluruh alam.”

Kedelapan:
shalat di Masjidil Haram di Mekkah berlipat seratus ribu shalat. Hal itu
tidak ada persamaannya di Masjid Nabi sallallahu alaihi wa sallam di Madinah
atau di masjid lainnya.

Dan
keutamaan-keutamaan lainnya yang melebihkan Mekkah daripada Madinah.

Malikiyah
pendapatnya yang terkenal mengatakan bahwa Madinah lebih utama dibandingkan
Mekah. Al-Khattab mengatakan, “Madinah lebih utama dibandingkan Mekkah
merupakan pendapat kebanyakan penduduk Madinah.

Sebagaimana
mereka bersepakat bahwa Ka’bah itu lebih mulia selain tempat kuburan yang
mulia sallallahu’alaihi wa sallam. Silahkan lihat Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah,
(32/154 – 156).

Tidak
diragukan lagi bahwa Ka’bah itu lebih mulia dibandingkan kuburan Nabi
sallallahu’alihi wa sallam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
ditanya tentang dua orang yang saling berdebat. Salah satunya mengatakan,
“Bahwa tanah (kuburan) Nabi sallallahu alaihi wa sallam itu lebih baik
daripada langit dan bumi.” Yang lain mengatakan, “Ka’bah itu yang lebih
utama.” Siapakah yang benar?

Maka beliau
menjawab, “Terkait dengan tubuh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam,
tidaklah Allah menciptakan makhluk yang paling mulia dibandingkan beliau.
Sementara tanahnya itu tidak lebih mulia dibandingkan Ka’bah Baitul Haram.
bahkan Ka’bah itu lebih utama dibandingkan tanahnya. Tidak dikenal seorang
pun dari kalangan ulama yang mengutamakan tanah kuburan (Nabi) atas Ka’bah
kecuali Al-Qadhi Iyad. Tidak ada seorang pun sebelumnya (yang mengatakan hal
itu) dan tidak ada seorang pun yang menyetujuinya. Wallahua’lam.

(Majmu Fatawa,
27/38).

Pendapat yang
terkuat dalam hal itu adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa Mekkah
itu lebih utama dibandingkan Madinah secara umum. As-Suyuthi rahimahullah
mempunyai karangan khusus terkait dalam masalah ini. Telah dicetak dengan
judul ‘Al-Hujajul Bayyinah Fi Tafdhili Makkah ‘Alal Madinah (Alasan kuat
mengutamakan Mekkah atas Madinah).

Syekh Ibnu
Baz rahimahullah ditanya, “Manakah yang lebih utama, menetap di Mekkah atau
di Madinah dengan niat ibadah?

Beliau
menjawab, “Mekkah yang lebih utama, kemudian setelah itu Madinah. Menetap di
Mekkah lebih utama dibandingkan Madinah. Sebagaimana yang terdapat dalam
Hadits. Shalat di Mekkah (dilipatkan) seratus ribu shalat (di masjid lainnya).
Sementara Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda tentang Madinah:

صلاة في مسجدي هذا خير من ألف صلاة فيما سواه ، إلا المسجد الحرام ، وصلاة في
المسجد الحرام بمائة ألف صلاة

“Shalat di
Masjidku ini, lebih baik seribu kali dibandingkan shalat di masjid lainnya.
Kecuali Masjidil Haram. sementara shalat di Masjidil Haram (dilipatkan)
seratus ribu shalat.”

Perbedaan
yang sangat jauh. Dan kebaikan di Mekkah dilipatgandakan melebihi apa yang
dilipatgandakan di Madinah.

Dikutip dari
web Syekh:

http://www.binbaz.org.sa/mat/21134

Ungkapan
seseorang, “Bahwa Nabi sallallahu’alaihi wa sallam lebih mencintai Madinah
daripada kecintaannya terhadap  Mekkah. Kalau maksdunya adalah cinta
bermukim di Madinah, maka ya. Hal itu karena ada kemaslahatan yang lebih
besar untuk menyebarkan agama dan menyangga pondasi pemerintahan Islam.
Karena ia adalah tempat hijrah sementara Mekkah waktu itu masih menjadi
pusat orang kafir dan keluarganya. Hal itu tidak menunjukkan dengan
sendirinya bahwa Madinah lebih utama dibandingkan Mekkah dalam segala hal.

Telah
diriwayatkan oleh Bukhari, (3926) dan Muslim (1376) dari Aisyah radhiallahu
anha, sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا المَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ ، أَوْ أَشَدَّ ،
وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا

“Ya Allah
cintakanlah kepada Kami Madinah sebagaimana kecintaan kami ke Mekkah atau
lebih cinta. Sehatkanlah dan berkahi kami sha (timbangan) dan Mudnya (takaran).”

Al-Baji
rahimahullah mengatakan, “Doa dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam agar
menghilangkan pada diri beliau rasa sedih ketika berpisah dengan Mekkah
untuk bermukim di Madinah. Dan beliau berdoa agar Allah memberikan kecintaan
kepada Madinah sebagaimana kecintaannya terhadap Mekkah. Sehingga tidak suka
berpindah dari Madinah sebagaimana dia tidak suka berpindah dari Mekkah.”
(Al-Muntaqa, 7/194)

Doa ini,
sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam bedoa ketika para shahabat
mengadukan wabah penyakit di Madinah. Maka beliau berdoa untuk mereka agar
cinta bermukim di Madinah dan tidak suka berpindah darinya.

Untuk
tambahan faedah, silahkan merujuk jawaban soal no. 36863
dan soal no. 106609.

Wallahu a’lam

.