Saya menderita gangguan waswas terkait dengan takdir Allah Azza wa Jalla, bahwa Dia berkuasa atas segala sesuatu. Suka muncul dalam benak saya pikiran aneh yang tidak logis. Saya berusaha menundukkannya dalam benak saya sebagai bagian dari takdir Allah, sehingga saya mengira bahwa Allah tidak berkuasa atas perkara semacam ini. Juga muncul pikiran waswas karena sebab itu bahwa saya telah kafir. Saya tidak mengerti bagaimana saya dapat terlepas dari gangguan ini. Mohon nasehat dan arahannya.
Alhamdulillah
Jika
anda memiliki tanki air yang bocor pipa airnya, maka solusinya bukan
mengeringkan bagian rembesan itu, tapi solusinya adalah menutup rapat-rapat
pipa airnya agar rembesan airnya berhenti.
Inilah
yang diminta dari anda sekarang. Anda tidak dapat mengambil manfaat
sedikitpun jika anda mendapatkan jawaban terhadap dua perkara yang
disebutkan dalam pertanyaan. Karena, jika tali pemikiran tidak terputus,
tanki setan berupa waswas masih penuh tidak kering, keran anda masuk terbuka,
maka kapan akan selesai problem ini?
Solusinya adalah anda harus berusaha menghentikan waswas tersebut. Hal
tersebut dapat dilakukan denagn dua perkara;
Pertama,
berlindung kepada Allah Taala dari setan yang terkutuk dan banyak berzikir
kepada Allah Taala serta tilawah Al-Quran, khususnya surat Al-Fatihah, Al-Baqarah,
Al-Mu’awwizaat (surat-surat yang mengandung permohonan perlindungan; Al-Ikhlas,
Al-Falaq An-Nas) dan ayat Kursi. Perbanyak itu semua jika anda mampu.
Allah
Taala berfirman,
إِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنْ
الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
(سورة فصلت: 36)
“Dan
jika kamu ditimpa sesuatu dengan godaan setan, maka berlindunglah kepada
Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (QS. Fushilat:
36)
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ
مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ (سورة
المؤمنون: 97-98)
“Dan
katakanlah: Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan
setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan
mereka kepadaku.” (QS. Al-Mukminun: 97-98)
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
وَآمُرُكُمْ أَنْ
تَذْكُرُوا اللَّهَ ، فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ
فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا ، حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ
نَفْسَهُ مِنْهُمْ . كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنْ
الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّه
(رواه الترمذي، رقم 2863
وصححه الألباني في صحيح الترمذي)
“Aku
perintahkan kalian untuk berzikir kepada Allah, karena sesungguhnya
perumpamaannya seperti seseorang yang dikejar musuh dengan cepat, sehingga
ketika dia memasuki benteng yang kokoh, maka dirinya dapat berlindung dari
kejaran mereka. Demikian pula seorang hamba, dia tidak dakan dapat
melindungi dirinya dari setan kecuali dengan berzikir kepada Allah.” (HR.
Tirimizi, no. 2863, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Tirmizi)
Kedua:
Tinggalkan total perasaan waswas tersebut dan dipikirkan. dan jangan
disibukkan olehnya serta jangan cari solusi dan jawabannya. Karena itu yang
diinginkan setan dari anda; yaitu anda sibuk dengan perasaan waswas sehingga
hidup anda menjadi keruh, agama dan dunia anda menjadi rusak.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengumpulkan kedua perkara ini
dalam satu hadits, beliau bersabda, ketika ditanya tentang sebagian perasaan
waswas yang menghinggapi seseorang,
فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ ،
وَلْيَنْتَهِ (رواه البخاري، رقم 3276 ومسلم ، 134)
“Berlindunglah kepada Allah dan sudahilah.” (HR. Bukhari, no. 3276 dan
Muslim, no. 134)
An-Nawawi
berkata, “Adapun sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam “Berlindunglah
kepada Allah dan sudahilah.” Maknanya adalah; Jika datang perasaan waswas
tersebut, belindunglah kepada Allah Taala dalam menolak keburukan tersebut
dan berpalinglah dari pemikiran itu. Ketahuilah bahwa bahaya ini berasal
dari bisikan setan. Tujuannya ingin mendatangkan kerusakan dan kesesatan
maka berpalinglah dan jangan dengarkan bisikannya. Segeralah putus hal itu
dengan kesibukan lain. Wallahu a’lam.
Al-Khatabi
rahimahullah berkata, “Kandungan hadits ini adalah bahwa setan jika
membisikkan perasaan waswas seperti itu, maka berlindunglah kepada Allah
darinya. Dan hentikan berlama-lama dalam masalah ini. Hal ini berbeda jika
seseorang melakukan hal itu, maka dia mungkin dihadapi dengan menyampaikan
argument dan dalil. Dia berkata, ‘Perbedaan di antara keduanya adalah bahwa
manusia dapat dihadapi dengan soal jawab, masalahnya terbatas. Jika dia
mempertimbangkan jalan yang benar dan hujjahnya benar, maka godannya dapat
diputus.
Adapun
setan godaan waswasnya tidak ada putusnya. Justeru kalau dihadapi dengan
hujjah, dia akan menggoda dengan cara yang lain sehingga seseorang akan
dibuat bimbang. Kita berlindung kepada Allah dari hal itu.”
Ibnu
Hajar, ulama fiqih dari mazhab Syafii berkata dalam masalah mengatasi
perasaan waswas dalam kitabnya, ‘Al-Fatawa Al-Fiqhiyah Al-Kubro, 1/149,
beliau ditanya tentang penyakit waswas, apakah ada obatnya?
Beliau
menjawab, “Ada obat bermanfaat bagi penyakit ini, yaitu berpaling darinya
secara total, meskipun di dalam diri masih tersisa keragu-raguan masa lalu.
Karena kapan saja dia tidak menghiraukannya, maka waswas tersebut tidak akan
menetap, bahkan tak lama kemudian dia akan hilang, sebagaimana telah dialami
orang-orang yang berhasil melaluinya.
Adapun
orang yang masih bersedia mendengarkannya dan memperdulikannya, maka dia
akan terus waswas dan bertambah hingga dapat menggiringnya seperti orang
gila, bahkan lebih buruk dari itu, sebagaimana telah kami saksikan pada
kebanyakan mereka yang mendapatkan ujian dalam hal ini dan terus
memperdulikannya dan mendekati setannya.
Disebutkan dalam riwayat Ash-Shahihain perkara yang menguatkannya, yaitu
bahwa siapa yang dicoba dengan perasaan waswas hendaknya dia berlindung
kepada Allah dan segera menyudahinya. Perhatikanlah obat ampuh ini yang
telah diajarkan oleh orang yang berbicara tidak berdasarkan hawa nafsunya
untuk umatnya.
Ketahuilah, siapa yang terhalang dari obat ini, dia akan terhalang dari
semua kebaikan, karena perasaan waswas disepakati berasal dari setan.
Makhluk yang terlaknat ini tidak ada tujuannya selain menjerumuskan seorang
mukmin dalam kubangan kebimbangan dan kesesatan serta derita kehidupan,
kegelapan jiwa serta nestapa hingga akhirnya hal tersebut tanpa terasa dapat
mengeluarkan seseorang dari Islam.
إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه
عدوا (سورة فاطر: 6)
“Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian, maka hendaklah kalian
menjadikannya sebagai musuh.” (QS. Fathir: 6)
Dengan
demikian, menjadi jelaslah bahwa bisikan setan tidak dapat diputus dengan
mencari jawaban dalam masalah ini, akan tetapi dapat diputus dengan memohon
pertolongan Allah Taala dan berpaling darinya.
Kami
mohon kepada Allah Taala semoga Dia melindungi anda dari godaan setan yang
terkutuk.
Wallhu
a’lam.
