Saya mendengar bahwa Allah ta’ala membagi Ramadan menjadi tiga bagian, sepuluh hari pertama adalah rahmat. Kedua ampunan dan ketiga terbebas dari neraka. Dikatakan disana ada doa khusus pada setiap bagian. Pada bagian pertama kita membaca doa:

اللهم ارحمني يا أرحم الراحمين

“Ya Allah kasihanilah diriku wahai Yang Sangat Memberikan kasih sayang kepada semua.

Pada bagian kedua:

اللهم اغفر لي ذنوبي يا رب العالمين

“Ya Allah, ampuni dosa-dosaku Wahai Tuhan seluruh alam.
Yang ketiga:

اللهم اعتقني من النار وأدخلني الجنة

“Ya Allah, bebaskan diriku dari neraka dan masukkan diriku ke dalam surga.

Apakah ini benar, dan apakah hal itu ada dalilnya? Dan apa doa yang selayaknya diperbanyak waktu Ramadan? Sepengetahuan diriku doa:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan, mencintai orang yang minta maaf, maka maafkanlah diriku.

Ini salah satu doa yang selayaknya diperbanyak (dibaca) waktu sepuluh akhir. Ketika mencari Lailatul Qadar. Bagaimana dengan sisa malam Ramadan, apakah ada doa khusus?

Alhamdulillah

Pertama:

Diriwayatkan Ibnu Huzaimah
dalam ‘Shahihnya (1887) dari Salman radhiallahu anhu berkata, “Rasulullah
sallallahu alaihi wa sallam khutbah kepada kita pada akhir hari bulan
Sya’ban seraya mengatakan, “Wahai manusia, akan datang kepadamu bulan agung,
bulan penuh berkah.. di dalam hadits ada, ‘Bulan awalnya adalah rahmat,
pertengahannya adalah ampunan dan akhirnya dibebaskan dari neraka.” Terdapat
jawaban pada soal no. 21364 tentang penjelasan
lemahnya hadits ini.

Bulan Ramadan semuanya penuh
rahmat dari Allah, semuanya ampunan dan bebas dari neraka. Tidak dikhususkan
sebagian tanpa bagian lainnya. Ini termasuk luasnya rahmat Allah Ta’ala.

Diriwayatkan Muslim, 1079
dari Abu Hurarah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa
sallam bersabda:

إِذَا
كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ
جَهَنَّمَ ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

“Kalau masuk Ramadan, maka
dibuka pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu Jahanam dan syetan
dibelenggu.”

Diriwayatkan oleh Tirmizi,
682. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu
alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا كَانَ
أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَمَرَدَةُ
الجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ،
وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ ، وَيُنَادِي
مُنَادٍ : يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ،
وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ (وصححه الألباني في
“صحيح الترمذي)

“Kalau awal malam bulan
Ramadan, maka syetan-syetan dibelangguh. Dan jin pembangkang. Pintu-pintu
neraka ditutup. Tidak ada pintu yang dibuka. Sementara pintu-pintu surga
dibuka. Tidak ada pintu yang ditutup. Dan ada yang memanggil ‘Wahai pencari
kebaikan, kemarilah. Dan pencari kejelekan, kurangi. Allah akan membebaskan
dari neraka dan hal itu pada setiap malam.” (Dinyatakan shahih oleh Albani
dalam Shahih Tirmizi)

Dengan demikian,
mengkhususkan sepertiga pertama Ramadan dengan doa mendapatkan rahmat, lalu
di sepertiga kedua berdoa dengan ampunan dan sepertiga ketiga berdoa dengan
dibebaskan dari neraka, termasuk bid’ah yang tidak ada asalnya dalam agama.
Pengkhususan ini –juga- tidak sesuai jika seluruh hari Ramadan semuanya itu
sama. Sesungguhnya seorang muslim dapat berdoa yang dikehendaki dari
kebaikan dunia dan akhirat di semua Ramadan, di antaranya adalah meminta
kepada Rahmat dan ampunanNya dan terbebaskan dari neraka dan masuk ke dalam
surga.

Kedua:

Selayaknya seorang muslim
memperbanyak berdoa kebaikan dan rahmat di bulan Ramadan secara khusus.
Sebagai investasi di musim kebaikan dan keberkahan agar mendapatkan rahmat
dan ampunan Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا
سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا
دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
(سورة البقرة: 186)

“Dan
apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Ibnu Katsir rahimahullah
mengatakan, “Allah Ta’ala masukkan ayat yang mengandung anjuran doa ini di
sela-sela ayat tentang hukum puasa, menjadi petunjuk agar bersemangat dalam
berdoa ketika telah sempurna bilangan, bahkan pada setiap berbuka.” (Tafsir
Ibnu Katsir, 1/509).

Orang yang berdoa selayaknya
bagus dalam meminta, memperbanyak doa yang ma’tsur dan tidak melampaui batas
serta beradab dalam berdoa. Diantara doa yang dianjurkan untuk diperbanyak
di bulan Ramadan begitu juga di luar Ramadan:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا
عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami berikan kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungi kami dari azab
neraka.”

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
.

“Ya Tuhan kami, berikan kami
isteri dan keturunan yang menjadi penyejuk mata kami dan jadikan kami
pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”


رَبِّ
اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ
دُعَاءِ . رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ
يَقُومُ الْحِسَابُ
.

“Ya Tuhan kami, jadikan aku
orang yang menegakkan shalat dan juga keturunanku, wahai Tuhan kami
terimalah doa kami. Wahai Tuhan kami, ampuni kami dan kedua orang tua kami
serta orang-orang beriman pada hari hisab ditegakkan.”


اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني .

“Ya Allah sesungguhnya Engkau
Maha Memaafkan, menyukai maaf, maka maafkan diriku.”


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ
كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ ، مَا عَلِمْتُ
مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا
سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ منه
عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ
إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا
قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ
قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا

“Ya Allah saya memohon
kepada-Mu semua kebaikan sekarang maupun nanti. Yang saya ketahui maupun
yang tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua kejelekan
sekarang maupun nanti. Apa yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui.
Ya Allah, saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh
hamba-Mu dan nabi-Mu. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang
dilindungi dari hamba dan nabi-Mu. Ya Allah saya memohon kepada-Mu surga dan
yang mendekatkan kepadanya baik ucapan maupun perbuatan. Dan saya berlindung
kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan
maupun perbuatan. Dan saya memohon kepada-Mu agar menjadikan semua qadha
yang Engkau tentukan baik untuk diriku.


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ
الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ
الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ،
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي
مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي ، وَعَنْ شِمَالِي ،
وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

“Ya Allah saya memohon
kepada-Mu kesehatan di dunia dan akhirat. Ya Allah saya memohon kepada-Mu
ampunan dan kesehatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah
tutupilah auratku. Berilah keamanan dari ketakutanku. Ya Allah jagalah
diantara saya, dari belakang, kanan, kiri, dan atasku. Serta saya berlindung
dengan keagungan-Mu dibopong dari bawahku.”

Begitulah semua doa ringkas
padat dari doa kitab dan sunah, dan semua doa itu baik. Dimana seorang hamba
bersungguh-sungguh antara dia dengan Tuhannya dan tidak dikhususkan
sedikitpun dari hal itu dengan Ramadan. Sebagaimana dianjurkan membaca
setelah berbuka:

ذهب
الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

“Telah hilang dahaga, dan
basah tengorokan serta tetap pahalanya insyaallah.”

Silahkan lihat jawaban soal
no. 14103. Soal no. 26879.

Hendaknya bersemangat berdoa
terutama pada sepertiga malam terakhir. Silahkan lihat jawaban soal no.
140434.

Memperbanyak pada sepuluh
terakhir dari bacaan:


اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah sesungguhnya Engkau
Maha Memaafkan, menyukai maaf, maka maafkan diriku.”

Silahkan melihat jawaban soal
no. 36832, untuk mengetahui adab dalam berdoa
silahkan melihat jawaban soal no. 36902.

Wallahu a’lam
.