Apakah dianjurkan bagi seseorang maksud bersusah dalam salah satu ibadahnya untuk mencari pahala. Seperti berwudu dengan air dingin padahal ada air hangat. Atau bermaksud ke masjid yang lebih jauh padahal ada masjid yang lebih dekat. Dimana saya membaca perkataan Imam Syatibi di ‘Muwafaqat’ disebutkan bahwa siapa yang sengaja mencari kepayahan tidak diberi pahala.
Alhamdulillah
Orang yang terkena beban kewajiban (mukalaf) tidak dibalas kalau maksudnya
kepayahan. Sesungguhnya yang dibalas kalau sekiranya bersamaan dengan
prilaku orang tersebut. Hal itu karena kepayahan bukan maksud itu sendiri.
Syekh Muhammad Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarkh Qowaidnya
mengatakan, “Kalau hal itu telah ditetapkan, maka Syareat bukan dimaksudkan
kepayahan itu sendiri. Maka tidak layak kita bermaksud melakukan kepayahan.
Kalau sekiranya perbuatan itu dapat dilakukan tanpa kepayahan. Kalau
dimaksudkan melakukan kepayahan, maka hal itu tidak dianjurkan. Seperti,
orang mengatakan, “Saya akan menunaikan ibadah haji berjalan kaki agar saya
capek dalam haji sehingga pahalanya agung. Dikatakan kepadanya, “Maksud
kepayahan itu tidak dianjurkan, karena agama tidak dimaksudkan adanya
kepayahan. Maka anda melakukan perbuatan berlawanan dengan tujuan agama.
Kalau ada yang mengatakan, “Telah ada dalam hadits bahwa Nabi sallallahu
alaihi wa sallam bersabda, “Pahala anda sesuai dengan kepayahan anda.”
Dikatakan, “Disini bukan maksud hadits tersebut kepayahan bagi seseorang.
Akan tetapi maksud kepayahan yang terjadi pada ibadah yang tidak dimaksudkan
oleh orangnya.” Selesai
Para Ulama Lajnah Daiman Lil Ifta ditanya, “Air macam apakah yang dianjurkan
seseorang waktu mandi janabah? Apakah air dingin atau hangat?
Mereka menjawab, “Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga
terlimpahkan kepada Rasul-Nya, keluarga dan para shahabatnya, waba’du:
Seorang muslim mempergunakan air hangat atau dingin sesuai kemaslahatannya.
Masalah itu luas, dan agama Allah itu mudah. Sebagaimana Firman subhanahu:
(يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ
الْعُسْرَ
“Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” QS.
Al-Baqarah: 185
Wabillahit taufiq,
shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga
dan para shahabatnya. Selesai
Syekh Abdul Aziz bin Baz, Syekh Abdur Rozak Afifi, Syekh
Abdullah bin Godyan, Syekh Abdullah Qa’ud. Fatawa Lajnah Daimah, (5/328).
Wallahu a’lam
.
