Apakah dibolehkan sai sunah?
Alhamdulillah
Syekh Ibnu Utsaimin
rahimahullah mengatakan, “Tidak boleh sai Sunnah, karena sai disyariatkan
dalam manasik haji dan umrah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّ
الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ
اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ
خَيْراً فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ (سورة البقرة: 158)
“Sesungguhnya Shafaa dan
Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah
haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan
sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan
dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi
Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 158).
